Investor Asing Ogah Diajak Bangun Jalan Tol, Lebih Suka Ambil Alih yang Sudah Beroperasi
Selasa, 13 April 2021 - 14:07 WIB
loading...
BPJT buka-bukaan tentang minat investor asing untuk berinvestasi pada proyek jalan tol di Indonesia. Investor asing lebih tertarik untuk mengambil alih ruas tol yang sudah jadi, dibandingkan membangun yang baru. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) buka-bukaan tentang minat investor asing untuk berinvestasi pada proyek jalan tol di Indonesia. Secara keseluruhan, minat investor asing untuk masuk pada proyek jalan tol masih sangat sedikit.
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan, beberapa investor asing lebih tertarik untuk mengambil alih ruas tol yang sudah jadi, dibandingkan jika harus membangun yang baru. Namun tetap saja, dalam mengambil alih jalan tol yang sudah jadi juga harus yang menguntungkan.
“Iya (maunya ambil alih tol yang sudah jadi) tapi yang menguntungkan. Kalau yang lain enggak ada yang minat,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Sstt..! Ternyata Baru Malaysia Investor Asing yang Ikut Tender Jalan Tol di RI
Ada beberapa contoh investor asing yang lebih memilih untuk mengambil alih saham ruas tol yang sudah jadi dan beroperasi. Misalnya saja Canada Pension Plan Investment Board yang mengambil alih 45% saham tol Cipali dari PLUS Expressways International Berhad, anak usaha UEM Group.
Sementara 55% sisanya dikuasai oleh PT Astra Tol Nusantara yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional Tbk. Kemudian keduanya membentuk perusahaan join venture yang diberi nama PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).
Contoh lainya adalah investor asal Hong Kong Road King Expressway (RKE) melalui anak perusahaannya Kings Ring Limmited (KRL) yang mengambil alih 30% saham di Ruas Tol Medan – Kualanamu - Tebing Tinggi (MKTT) dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Adapun divestasi saham ini memiliki nilai sebesar Rp824 miliar.
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan, beberapa investor asing lebih tertarik untuk mengambil alih ruas tol yang sudah jadi, dibandingkan jika harus membangun yang baru. Namun tetap saja, dalam mengambil alih jalan tol yang sudah jadi juga harus yang menguntungkan.
“Iya (maunya ambil alih tol yang sudah jadi) tapi yang menguntungkan. Kalau yang lain enggak ada yang minat,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Sstt..! Ternyata Baru Malaysia Investor Asing yang Ikut Tender Jalan Tol di RI
Ada beberapa contoh investor asing yang lebih memilih untuk mengambil alih saham ruas tol yang sudah jadi dan beroperasi. Misalnya saja Canada Pension Plan Investment Board yang mengambil alih 45% saham tol Cipali dari PLUS Expressways International Berhad, anak usaha UEM Group.
Sementara 55% sisanya dikuasai oleh PT Astra Tol Nusantara yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional Tbk. Kemudian keduanya membentuk perusahaan join venture yang diberi nama PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).
Contoh lainya adalah investor asal Hong Kong Road King Expressway (RKE) melalui anak perusahaannya Kings Ring Limmited (KRL) yang mengambil alih 30% saham di Ruas Tol Medan – Kualanamu - Tebing Tinggi (MKTT) dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Adapun divestasi saham ini memiliki nilai sebesar Rp824 miliar.
Lihat Juga :