Kebocoran 'Minyak Baru' WNI di Tangan Zuckerberg Bukti Lemahnya Perlindungan Konsumen

Kamis, 15 April 2021 - 15:37 WIB
loading...
Kebocoran Minyak Baru...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai kebocoran data pengguna media sosial yang dialami Facebook menunjukkan bahwa konsumen masih belum mendapatkan perlindungan yang memadai.

"Ini cukup memprihatinkan karena kebocoran data ini bukan yang pertama kali untuk data pengguna, data konsumen, data aplikasi, dan juga e-commerce," ujar anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI Heru Sutadi dalam diskusi secara virtual, Kamis (15/4/2021).

Seperti diketahui, data pribadi 533 juta orang pengguna Facebook bocor. Dari Indonesia disebutkan ada 130.331 akun. Data tersebut berisi nama lengkap, nomor ponsel, lokasi, tanggal lahir, hingga alamat surel pengguna Facebook. ( Baca juga:BPKN Dalami Kelemahan Opsi yang Ditawarkan untuk Korban Jiwasraya )

Heru melanjutkan, dalam UU ITE telah dijelaskan bahwa data pribadi harus dijaga dan dilindungi. Perusahaan atau lembaga mana pun harus memastikan bahwa informasi pribadi tidak disalahgunakan.

"Sebenarnya kita juga memiliki peraturan tentang perlindungan data pribadi walaupun sekarang masih dibahas di DPR terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP). Kita harapkan UU ini mampu menjawab persoalan yang selama ini ada," ungkapnya.

Di sisi lain juga perlu pemberdayaan terhadap konsumen mengingat tidak semua orang mampu memanfaatkan teknologi baru secara baik. Menurut dia, konsumen masih belum sadar betapa pentingnya data pribadi yang diisi dalam media sosial. Sementara regulator juga belum serius menangani permasalahan kebocoran data. ( Baca juga:Hasil Pertandingan NBA, 15 April 2021; Stephen Curry Menggila )

"Ini yang menjadi catatan agar persoalan ini tidak berulang. Saya pikir negara harus hadir karena presiden pernah mengatakan "Data is new oil". Data ini adalah minyak baru sehingga harus dijaga karena dengan terbukanya data pribadi, semuanya bisa diambil," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinjau Integrated Terminal...
Tinjau Integrated Terminal Jakarta Plumpang, BPKN: Cek Kualitas Dilaksanakan Berlapis
DPR Resmi Tetapkan 23...
DPR Resmi Tetapkan 23 Anggota BPKN, Ini Daftarnya
Soal Larangan Angkutan...
Soal Larangan Angkutan Logistik Saat Lebaran 2023, BPKN Wanti-wanti Kelangkaan Pasokan
Jaga Kepercayaan Konsumen,...
Jaga Kepercayaan Konsumen, BKI Raih Penghargaan BPKN Award Raksa Nugraha 2022
Jebakan Betmen Pinjol...
Jebakan Betmen Pinjol Jerat Mahasiswa IPB, BPKN Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan
Heboh Iklan Susu Formula,...
Heboh Iklan Susu Formula, Pelaku Industri Dianggap Sudah Taat Aturan
BPKN RI Tunjuk Serambi...
BPKN RI Tunjuk Serambi Law Firm Sebagai Konsultan Hukum Resmi
BPKN Dorong Perlindungan...
BPKN Dorong Perlindungan Konsumen Inklusif dan Berkelanjutan
BPKN Imbau Masyarakat...
BPKN Imbau Masyarakat Mengadu Sesuai Prosedur
Rekomendasi
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved