Hannover Messe 2021 Buka Peluang Kerja Sama Infrastruktur Digital

loading...
Hannover Messe 2021 Buka Peluang Kerja Sama Infrastruktur Digital
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto/Dok SINDOphoto
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai perhelatan Hannover Messe 2021 Digital Edition membuka peluang besar dalam menjalin kerja sama antara perusahaan nasional dan global, terutama terkait dengan pengembangan teknologi digital.

"Kami melihat pentingnya event Hannover Messe ini tidak hanya sebagai ajang branding nasional, tetapi juga untuk mengakselerasi peningkatan kapabilitas sektor manufaktur dan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia," kata Agus di Jakarta, Kamis (15/4/2021)

Menurut Menperin, pameran teknologi terbesar di dunia ini membuka peluang besar dalam menjalin kerja sama antara perusahaan nasional dan global, terutama terkait dengan pengembangan teknologi digital. “Karena kita ketahui, dengan pemanfaatan teknologi digital, produktivitas bisa menjadi lebih efisien dan produknya semakin berkualitas,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Produksi Mobil Listrik Capai 600 Ribu Unit pada 203 0

Seperti halnya infrastruktur fisik, infrastruktur digital juga merupakan unsur yang penting bagi pengembangan sektor industri manufaktur. “Infrastruktur digital akan memacu daya saing sehingga akan lebih kompetitif di pasar global. Selain itu, juga perlu didukung oleh teknologi fundamental industri 4.0, antara lain artificial intelligence, internet of things, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, serta 3D printing,” papar Agus.



Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mendorong industri elektronik untuk mendukung upaya pembangunan infrastruktur digital di tanah air. Sebab, pembangunan infrastruktur digital menjadi bagian vital dalam menarik minat investor untuk membangun pabriknya, khususnya di kawasan industri.

“Oleh karenanya, perusahaan pengelola kawasan industri perlu menyediakan sarana prasarana dan fasilitas yang mendukung untuk penerapan teknologi digital ini. Tentunya yang sesuai kebutuhan para investor, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung,” tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier.

Baca juga: Jika Vaksinasi Lambat, Industri Penerbangan Baru Akan Mengepak di 2025

Salah satu industri elektronik di Indonesia, PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) berhasil masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network menurut World Economic Forum (WEF) pada tahun 2019.

“SEMB telah menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lainnya untuk dapat menerapkan industri 4.0. Apalagi, industri elektronik merupakan salah satu sektor prioritas berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0,” ujar Taufiek.



Ada pula PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI), produsen elektronik yang juga sedang melakukan transformasi menuju Smart Factory pada 2030. Sejak 2019, perusahaan sudah mulai menjalankan transfomasinya sebagai bagian dari global operation Panasonic Corporation.

Langkah akselerasi PT PMI dilakukan melalui lima inisiatif kunci, yakni optimalisasi operasional secara global, peningkatan kegiatan concurrent engineering, pemanfaatan digital triplet, implementasi cyber physical system, dan konektivitas dengan pengguna.

Untuk mendukung sektor industri menuju arah transformasi digital, Kemenperin telah memiliki program strategis, di antaranya melalui program INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam mengimplementasikan industri 4.0.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top