Mendag Mau Ngegas Ekspor tapi AS dan China Belum 'Akur'
Jum'at, 16 April 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
"Meski masih minus trade balance, minusnya sudah mengalami perbaikan luar biasa. Maret 2021 sudah turun USD0,83 miliar dan Februari 2021 USD0,16 miliar,” tambahnya.
Di sisi lain, neraca perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat surplus senilai USD1,19 miliar per bulan Maret 2021. Kendati demikian, dia mengakui bahwa meningkatkan ekspor ke China dan Amerika Serikat merupakan hal sensitif di tengah situasi perang dagang saat ini.
Baca juga: Nggak Ada Lawan, Ekonomi China Tumbuh 18,3% di Kuartal I/2021
Maka dari itu, Lutfi menekankan bahwa perluasan pasar ekspor non-tradisional seperti ke Afrika Utara dan Afrika Barat sangat penting untuk memacu ekspor Indonesia.
“Kita sedang menghitung akan penetrasi lebih jauh di China atau membuka kantor perwakilan dagang di Afrika. Jadi pertimbangan penting, kita juga mempunyai kendala, ruang, dan waktu, sedang mencari titik imbangnya,” pungkas Lutfi.
Di sisi lain, neraca perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat surplus senilai USD1,19 miliar per bulan Maret 2021. Kendati demikian, dia mengakui bahwa meningkatkan ekspor ke China dan Amerika Serikat merupakan hal sensitif di tengah situasi perang dagang saat ini.
Baca juga: Nggak Ada Lawan, Ekonomi China Tumbuh 18,3% di Kuartal I/2021
Maka dari itu, Lutfi menekankan bahwa perluasan pasar ekspor non-tradisional seperti ke Afrika Utara dan Afrika Barat sangat penting untuk memacu ekspor Indonesia.
“Kita sedang menghitung akan penetrasi lebih jauh di China atau membuka kantor perwakilan dagang di Afrika. Jadi pertimbangan penting, kita juga mempunyai kendala, ruang, dan waktu, sedang mencari titik imbangnya,” pungkas Lutfi.
(ind)
Lihat Juga :