Perdagangan Sepekan, IHSG Menguat Tipis 0,26%

loading...
Perdagangan Sepekan, IHSG Menguat Tipis 0,26%
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan sepekan ini mengalami kenaikan tipis. Pada periode perdagangan 12-16 April 2021, IHSG naik 0,26 persen ke level 6.086,25.

"Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir pekan ini ditutup positif pada level 6.086,258 atau mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen selama sepekan dari level 6.070,209 pada pekan sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Bank BRI Tutup Seluruh Kantor Cabang di Aceh, Begini Nasib Karyawannya

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga mengalami peningkatan selama sepekan ini yaitu sebesar 2,63 persen menjadi Rp9,760 triliun dari Rp9,510 triliun pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar turut meningkat 0,44 persen selama sepekan menjadi Rp7.205,771 triliun dari Rp7.174,001 triliun pada penutupan sepekan yang lalu.

Sementara itu, penurunan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 1,31 persen menjadi 15,699 miliar saham dari 15,907 miliar saham pada pekan sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian Bursa selama sepekan sebesar 2,13 persen menjadi 1.025.495 kali transaksi dari pekan yang lalu yaitu 1.047.771 kali transaksi.



Investor asing pada hari perdagangan terakhir mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp296,97 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,737 triliun. Adapun total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 26 Emisi dari 20 Emiten senilai Rp29,70 triliun.

Baca Juga: IHSG Akhir Pekan Ditutup Naik Tipis ke Level 6.086

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp435,16 triliun dan 47,5 juta dolar AS, diterbitkan oleh 128 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 144 seri dengan nilai nominal Rp4.179,77 triliun dan 400 juta dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,89 triliun.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top