alexametrics

Pemerintah Klaim Kartu Pra Kerja Sudah Sesuai Kebutuhan Peserta

loading...
Pemerintah Klaim Kartu Pra Kerja Sudah Sesuai Kebutuhan Peserta
Pemerintah mengklaim program Kartu Pra Kerja sudah sesuai kebutuhan peserta. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan survei terhadap program kartu Pra Kerja. Hasilnya, program berbasis digital ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami sudah melakukan survei 520 penerima dan mereka mengatakan bahwa 75% merasa bahwa ini sesuai dengan minat dan bakat dirasakan sangat penting dan perlu," kata Airlangga dalam video konferensi, Rabu (20/5/2020).

Dia menjelaskan, dalam program kartu Pra Kerja memiliki fitur feedback yang dapat memberikan penilaian. Para peserta bisa menentukan rating jenis pelatihan yang dibuat oleh lembaga pelatihan. Sehingga makin turun ratingnya, pendapatan penyelenggara pelatihan kecil.



"Itu seperti kita beli di Android atau iPhone selalu ada survei rating, jadi pada saat rating turun, maka orang yang akan memilih program tersebut semakin sedikit," ujarnya. (Baca Juga : Ini Alasan Tertundanya Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 4)

Dia menambahkan, saat ini harga paket pelatihan pada digital platform sudah cukup murah. Rata-rata harga paket pelatihan sudah di bawah Rp500 ribu. Bahkan ada 3.600 pelatihan dari Sisnaker yang gratis.

"Ada 3.600 pelatihan dengan platform Sisnaker yang gratis dan bisa dipilih. Bahkan sebenarnya semua itu gratis karena uangnya itu berasal dari pemerintah," terangnya.

Lewat program ini, pemerintah melihat potensi pasar ekonomi digital yang besar. Diharapkan para peserta bisa menjadi wirausahawan baru dengan memanfaatkan teknologi.

"Program ini juga sebagai cara pemerintah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keahlian. Pemerintah juga bisa menjadi agen penyalur tenaga kerja ke luar negeri," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top