Ekspor Produk UMKM RI Masih Tertinggal dari APEC, Teten Bilang Perlu Sekolah

loading...
Ekspor Produk UMKM RI Masih Tertinggal dari APEC, Teten Bilang Perlu Sekolah
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan, masih tertinggal dari negara APEC yang bahkan sudah mencapai 35 persen. Foto/Dok
JAKARTA - Kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk ekspor tercatat rendah. Padahal, 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di sumbangkan dari UMKM.

Baca Juga: Menkop Teten Ajak Pelaku UMKM dan Koperasi Susun Model Bisnis Industri Otomotif

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Selain kontribusi yang tinggi terhadap PDB, usaha mikro ini mampu penyerapan tenaga kerja di kisaran 97 persen. Meski begitu, kontribusinya terhadap ekspor hanya 14,7 persen saja.

"Ini masih tertinggal dari negara APEC yang bahkan sudah mencapai 35 persen," ujar Teten dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru, Senin (19/4/2021).

Baca Juga: MenKop Teten Harap Unilever Muslim Centre of Excellence Dorong UMKM Tembus Pasar Global



Rendahnya kontribusi UMKM dalam negeri terhadap ekspor , kata Teten, lantaran berbagai persoalan klasik yang masih belum bisa diatasi. Di antaranya, minimnya pengetahuan pelaku UMKM tentang pasar luar negeri dan rendahnya kualitas produk UMKM.

Minimnya kapasitas produksi UMKM, biaya sertifikasi tinggi, hingga masalah logistik juga turut menjadi penghambat UMKM untuk bisa menjadi pemain global.

Karenanya, pemerintah perlu merumuskan sejumlah program untuk meningkatkan partisipasi UMKM terhadap aktivitas ekspor. Salah satunya program sekolah ekspor. "Saya kira (Sekolah Ekspor) penting agar bagaimana UMKM bisa menjadi eksportir serta memacu ekspor," tutur dia.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top