Witjaksono Dinilai Layak Jadi Menteri Investasi, Dukungan Investor Mengalir

loading...
Witjaksono Dinilai Layak Jadi Menteri Investasi, Dukungan Investor Mengalir
Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Witjaksono dinilai tepat dan layak sebagai Menteri Investasi oleh kalangan investor. Foto/Dok
JAKARTA - Reshuffle kabinet Indonesia Maju mencuat. Dikabarkan kocok ulang kabinet ini akan dilakukan Presiden Joko Widodo pada Rabu (21/4/2020). Salah satu tokoh muda yang digadang-gadang dan dinilai tepat dan layak adalah Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Witjaksono .

Tokoh muda NU kelahiran November 1981 ini tepat dan layak sebagai Menteri Investasi . Seperti diketahui, DPR RI menyetujui nomenklatur kementerian. Kementerian Riset dan Teknologi melebur ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: Akrab dengan Jokowi, Ini Sosok Witjaksono yang Digadang-gadang jadi Menteri Investasi

Kemudian, disetujui dibentuknya Kementerian Investasi. Dukungan terhadap Witjaksono untuk menduduki Menteri Investasi mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Ketua Umum DPP Perkumpulan Investor Nasional Madani (INM) Zulfikar Hamonangan, SH.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menilai Witjaksono tepat sebagai Menteri Investasi. Di organisasi INM, Witjaksono merupakan Dewan Penasihat INM.

"Dalam mengisi pejabat di lembaga kementerian baru, saya kira harus orang yang memiliki pengalaman dan jaringan luas dengan para investor. Menurut saya, Mas Witjaksono adalah sosok yang layak dan tepat untuk dijadikan Menteri Investasi/Kepala BKPM," kata Bang Zul, sapaan akrabnya, Selasa(20/4/2021).



Terkait figur yang layak jadi Menteri Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja. Ia menerangkan, ini menjadi kali pertama dibentuknya Kementerian Investasi yang tujuannya adalah peningkatan investasi dan modal kerja dalam meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pengisian pejabat di kementerian ini jangan sampai salah orang.

Witjaksono Dinilai Layak Jadi Menteri Investasi, Dukungan Investor Mengalir


Sambung dia menjelaskan beberapa syarat yang layak untuk menduduki jabatan tersebut. Yakni memiliki jaringan yang cukup luas serta menguasai keilmuan yang cukup.

"Selain itu, dia juga harus punya latar belakang pengalaman pengusaha dan juga menguasai tentang persoalan terkait sistem penanaman modal. Jika tidak, maka akan berimbas pada Lembaga Penjamin Investasi atau LPI. Semua ini haruslah orang yang tepat dan jika tidak, kepercayaan investor dapat melemah atau konsep bagi hasil dan hal lain dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional," ungkap Bang Zul.



Baca Juga: Arief Poyuono Nilai Ahok Cocok Menteri Pendidikan daripada Menteri Investasi

Kementerian ini adalah yang kali pertama dan satu satunya menjadi ujung tombak dalam pertumbuhan investasi. Dimana pada era covid-19, saat ini banyak investasi asing yang melemah.

"Atas dasar tersebut, ketelitian dan kehati-hatian sangatlah penting dipikirkan karena aturan hukum juga perlu dikaji. Ke depan melihat kondisi dan situasi investasi, terkadang banyak sekali perbedaan antara awal penjelasan dengan pelaksanaan. Karena itu, kemampuan mengatur dan melakukan gerakan kerja dalam tugas ini sangatlah berat, sehingga sosok calon harus yang lebih enerjik dan punya talenta dalam mengatur strategi untuk mendorong kekuatan investor baik dalam dan luar negeri," tandas Bang Zul.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top