Keki Foto Sri Mulyani Jadi Cover APBN KiTa, Misbakhun: Orang-Orang Ini Menjalankan Misinya Siapa?
Rabu, 21 April 2021 - 20:04 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Misbakhun mengaku geram dengan sampul atau cover laporan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Perkaranya, dokumen dengan judul APBN KiTa itu menggunakan foto Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati .
Seyogyanya, dokumen keuangan negara itu harus menggunakan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anggota legislatif dari Partai Golkar itu menilai, foto sampul dokumen APBN KiTA mengindikasikan bahwa para menteri dari kalangan profesional masih mengedepankan dirinya sendiri dan bukan visi Presiden.
( Baca juga: Reshuffle Kabinet jilid II, Misbakhun Sebut Profesional Tak Mampu Terjemahkan Tujuan Jokowi )
"Saya masih menemukan buku realisasi APBN bukan gambar Jokowi, tapi gambarnya Menteri Keuangan, judulnya APBN KiTa. Bukan gambar Presiden Jokowi. Orang-orang ini menjalankan misinya siapa?" ujar dia dalam Webinar, Rabu (21/4/2021).
Menteri merupakan ujung tombak Presiden untuk menerjemahkan dan merealisasikan visi dan misi Kepala Negara. Dalam aspek implementasi, visi Presiden harus dikemas dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat luas.
Seyogyanya, dokumen keuangan negara itu harus menggunakan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anggota legislatif dari Partai Golkar itu menilai, foto sampul dokumen APBN KiTA mengindikasikan bahwa para menteri dari kalangan profesional masih mengedepankan dirinya sendiri dan bukan visi Presiden.
( Baca juga: Reshuffle Kabinet jilid II, Misbakhun Sebut Profesional Tak Mampu Terjemahkan Tujuan Jokowi )
"Saya masih menemukan buku realisasi APBN bukan gambar Jokowi, tapi gambarnya Menteri Keuangan, judulnya APBN KiTa. Bukan gambar Presiden Jokowi. Orang-orang ini menjalankan misinya siapa?" ujar dia dalam Webinar, Rabu (21/4/2021).
Menteri merupakan ujung tombak Presiden untuk menerjemahkan dan merealisasikan visi dan misi Kepala Negara. Dalam aspek implementasi, visi Presiden harus dikemas dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat luas.
Lihat Juga :