Itama Ranoraya Sebar Dividen Rp18 Miliar ke Pemagang Saham
Kamis, 22 April 2021 - 23:09 WIB
loading...
Ilustrasi/Foto:SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun ini mampu tumbuh 80% hingga 100%.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengatakan pada tahun lalu perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 82,3% year on year (yoy) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar. Kenaikan tersebut bersumber dari pendapatan perseroan di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1% dari pendapatan tahun 2019 sebesar Rp281,75 miliar.
Baca Juga : Kinerja Positif, BTPN Syariah Gelar RUPST dan Bagikan Dividen
“Performa neraca perseroan juga semakin kuat, dengan kenaikan posisi kas dan setara kas yang signifikan. Pada tahun 2020 perolehan kas operasi perseroan tercatat surplus Rp147 miliar dari posisi tahun 2019 defisit -Rp7,8 miliar. Alhasil Jumlah kas dan setara kas perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp233,04 miliar atau naik 443,7% dari posisi kas dan setara kas perseroan di tahun 2019 yang hanya sebesar Rp42,86 miliar,” kata Heru di Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun ini mampu tumbuh 80% - 100%. Untuk mencapai target tersebut, IRRA masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimac, produk immunomodulator yang akan mulai di pasarkan di kuartal II tahun ini.
“Sampai di kuartal I 2021 kami berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp228,17 miliar atau tumbuh 754,1% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,71 miliar. Dengan raihan laba bersih sebesar Rp20,91 miliar atau tumbuh 853,6% (yoy) dibandingkan perolehan laba bersih kuartal I tahun 2020 yang hanya sebesar Rp2,2 miliar,” jelasnya.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengatakan pada tahun lalu perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 82,3% year on year (yoy) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar. Kenaikan tersebut bersumber dari pendapatan perseroan di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1% dari pendapatan tahun 2019 sebesar Rp281,75 miliar.
Baca Juga : Kinerja Positif, BTPN Syariah Gelar RUPST dan Bagikan Dividen
“Performa neraca perseroan juga semakin kuat, dengan kenaikan posisi kas dan setara kas yang signifikan. Pada tahun 2020 perolehan kas operasi perseroan tercatat surplus Rp147 miliar dari posisi tahun 2019 defisit -Rp7,8 miliar. Alhasil Jumlah kas dan setara kas perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp233,04 miliar atau naik 443,7% dari posisi kas dan setara kas perseroan di tahun 2019 yang hanya sebesar Rp42,86 miliar,” kata Heru di Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun ini mampu tumbuh 80% - 100%. Untuk mencapai target tersebut, IRRA masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimac, produk immunomodulator yang akan mulai di pasarkan di kuartal II tahun ini.
“Sampai di kuartal I 2021 kami berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp228,17 miliar atau tumbuh 754,1% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,71 miliar. Dengan raihan laba bersih sebesar Rp20,91 miliar atau tumbuh 853,6% (yoy) dibandingkan perolehan laba bersih kuartal I tahun 2020 yang hanya sebesar Rp2,2 miliar,” jelasnya.
Lihat Juga :