Kerja Bukan untuk Dunia Belaka, CEO Ini Tuntut Karyawannya Bisa Mengaji dan Rutin Sholat Malam

loading...
Kerja Bukan untuk Dunia Belaka, CEO Ini Tuntut Karyawannya Bisa Mengaji dan Rutin Sholat Malam
Agus Wawan bersama Ardie Bakrie. Foto/Ist
JAKARTA - Sudah pasti, menjadi seorang pebisnis yang terbilang sukses tidak bisa diraih dalam satu hari. Tak bisa pula mengandalkan keberuntungan semata. Menjadi seorang pebisnis diperlukan komitmen dan tekad yang kuat. Tak pelak, membangun sebuah bisnis juga tidak sekedar membuat ide bisnis belaka, tetapi dituntut untuk bisa terus berinovasi dan mengembangkan sumber daya yang ada.

Agus Wawan atau yang biasa dikenal Agwan Mblitar menggelutinya seperti itu. Perjalanan bisnis CEO Mayangkara Group ini sudah melewati lika-liku, seperti kecurian dan tertipu. Alih-alih menyerah, pengalaman pahit itu justru membuat Agwan Mblitar terpacu. Dia menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.

Menjadi seorang pebisnis juga harus memiliki mental yang tangguh, agar ketika mengalami suatu masalah bisa mengatasi dan menyelamatkannya. Di dunia bisnis tantangan itu bukan semakin surut, malah semakin besar dan tidak terduga. "Apalagi di era teknologi yang semakin meningkat,” kata Agwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/4/2021).

Baca juga:Perluas Bisnis, PYFA Ambil Sebagian Saham Grup Fullerton Healthcare

Selain membangun bisnis agar terus berkembang, Agwan Mblitar juga membangun sumber daya manusianya. Keputusan itu menjadi tantangan tersendiri, karena tidak hanya sekedar fisik yang dibutuhkan, tetapi jiwa juga. Misinya, etos kerja bisa tercipta dan corporate culture dapat terbentuk.



Cara tersebut dilakukan agar para karyawannya dapat loyal dan kerja sama terus berjalan hingga bisa membantu bisnisnya sesukses saat ini. Cara yang dipilih tersebut terinspirasi dari sang ayah.

“Di dalam membentuk karakter dan jiwa karyawan itu harus menanamkan bahwa kamu bekerja ini bukan hanya untuk dunia saja, tetapi untuk akhirat juga. Fondasi dasar yang dibangun untuk para karyawan itu bukan knowledge-nya terlebih dahulu, tetapi mentalnya. Bahkan seluruh para karyawan Mayangkara Group dituntut untuk bisa mengaji dan rutin sholat malam. Cara tersebut dilakukan agar para karyawan sesuai dengan visi dan misi Mayangkara Group,” kata Agwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/4/2021).

Prinsip tersebut masih dipegang teguh oleh Agwan Mblitar karena ingin memastikan para karyawannya bahwa bekerja bukan hanya untuk hari ini saja dan diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan dan memberi nafkah keluarga. Jadi harus dipastikan hasil tersebut dari sumber yang baik.

Sosok Agwan Mblitar juga jitu dalam melihat peluang sehingga bisnisnya bisa makin menggurita. Mayangkara berawal dari sebuah agen minyak tanah di Blitar sekitar tahun 1980-an. Perlahan tapi pasti, grup ini melebarkan sayap usahanya dengan merambah bisnis radio, distribusi LPG, SPBU dan juga kuliner. Dari seluruh bisnisnya itu, Agwan Mblitar mempekerjakan 1.500 hingga 2.000 karyawan.

Baca juga:Suara Hati Istri Awak KRI Nanggala 402



SPBU dan radio menjadi bisnis Mayangkara yang terbilang sukses. Kini perusahaan sudah memiliki 23 cabang SPBU dan lima Mayangkara FM di area Blitar, Tulungagung.

“Di Mayangkara Group seluruh biaya anak karyawan diberi beasiswa hingga kuliah, jaminan kesehatan termasuk kelahiran, kebutuhan pribadi juga sudah terjamin. Cara tersebut dilakukan agar urusan perut, pendidikan dan kesehatan karyawan sudah terpenuhi. Jadi seluruh fokusnya akan dihabiskan untuk mengabdi,” jelas Agwan Mblitar.

Agwan Mblitar selain sukses menjadi pebisnis juga aktif dalam beberapa komunitas, seperti tembak dan motor. Tidak hanya itu, Agwan Mblitar terus mengambangkan bisnisnya hingga saat ini merambah ke dunia kuliner, yaitu Ajiib Kambing Guling. Sudah ada beberapa cabang antara lain Surabaya, Malang, Blitar, dan Tululungagung.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top