IFAD Kagumi Kecanggihan Agriculture War Room Kementan
Rabu, 28 April 2021 - 03:06 WIB
loading...
A
A
A
Dedi Nursyamsi selaku Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menambahkan, BPPSDMP Kementan telah bekerja sama dengan IFAD melaksanakan program-program IPDMIP, READSI, dan YESS.
“Kementan apresiasi dukungan IFAD pada digitalisasi melalui penguatan KostraTani pada 5.733 BPP di seluruh Indonesia. Khususnya pembangunan pertanian di daerah irigasi maupun petani milenial,” kata Dedi Nursyamsi.
Dukungan IFAD, katanya, penguatan BPP KostraTani meliputi pengadaan sarana komputer dan internet serta koneksi 5.733 BPP dengan AWR Kementan di Jakarta. AWR menjadi fasilitator/pengelola data pertanian dari BPP KostraTani. Di saat yang sama, AWR Kementan juga memonitor standing crop padi di seluruh Indonesia.
Dedi Nursyamsi menambahkan, informasi ini hingga level kecamatan pada BPP KostraTani yang bisa diverifikasi melalui AWR Kementan. “Selain itu, Kementan juga melakukan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan dari AWR ke BPP KostraTani secara rutin maupun insidental,” katanya.
Menurutnya, Kementan juga memanfaatkan AWR mengomunikasikan kebijakan dan program melalui Laporan Utama Kementan, bagi kepentingan petani yang dikomunikasikan intensif oleh penyuluh lapangan.
“Bahkan Mentan Syahrul bisa langsung menyapa petani setiap hari Jumat dari AWR ke seluruh BPP Kostratani melalui kegiatan terjadwal seperti Mentan Sapa Petani dan Penyuluh atau MSPP maupun Ngobrol Asyik Penyuluhan disingkat Ngobras,” kata Dedi Nursyamsi.
“Kementan apresiasi dukungan IFAD pada digitalisasi melalui penguatan KostraTani pada 5.733 BPP di seluruh Indonesia. Khususnya pembangunan pertanian di daerah irigasi maupun petani milenial,” kata Dedi Nursyamsi.
Dukungan IFAD, katanya, penguatan BPP KostraTani meliputi pengadaan sarana komputer dan internet serta koneksi 5.733 BPP dengan AWR Kementan di Jakarta. AWR menjadi fasilitator/pengelola data pertanian dari BPP KostraTani. Di saat yang sama, AWR Kementan juga memonitor standing crop padi di seluruh Indonesia.
Dedi Nursyamsi menambahkan, informasi ini hingga level kecamatan pada BPP KostraTani yang bisa diverifikasi melalui AWR Kementan. “Selain itu, Kementan juga melakukan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan dari AWR ke BPP KostraTani secara rutin maupun insidental,” katanya.
Menurutnya, Kementan juga memanfaatkan AWR mengomunikasikan kebijakan dan program melalui Laporan Utama Kementan, bagi kepentingan petani yang dikomunikasikan intensif oleh penyuluh lapangan.
“Bahkan Mentan Syahrul bisa langsung menyapa petani setiap hari Jumat dari AWR ke seluruh BPP Kostratani melalui kegiatan terjadwal seperti Mentan Sapa Petani dan Penyuluh atau MSPP maupun Ngobrol Asyik Penyuluhan disingkat Ngobras,” kata Dedi Nursyamsi.
(dar)
Lihat Juga :