Sri Mulyani Gemas, Banyak Dana APDB yang Nganggur di Bank
Kamis, 29 April 2021 - 13:51 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mengakselerasi belanja anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pasalnya, masih banyak dana yang justru tersimpan di bank dan belum dibelanjakan oleh pemda.
Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci pe Maret 2021, simpanan pemerintah daerah di perbankan (bank umum) mencapai Rp182,33 triliun. Simpanan ini naik Rp18,39 triliun atau 11,22% dari posisi bulan Februari 2021. Dibandingkan Maret 2020 yang sebesar Rp177,52 triliun, simpanan pemda itu naik Rp4,81 triliun atau 2,71%.
Baca juga:Gara-Gara Pemerintah Keok dari Brasil, Peternak Ayam Terancam Bangkrut
“Ini berarti memang masih ada dana di dalam APBD yang tersimpan di bank dan belum dijadikan belanja yang bisa memulihkan ekonomi di daerah,” kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis (29/4/2021).
Lanjutnya, dari total APBD 2021 sebesar Rp1.045,18 triliun, realisasinya hingga Maret baru Rp80,69 triliun. Angka ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu di bulan Maret yang sebesar Rp106,67 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci pe Maret 2021, simpanan pemerintah daerah di perbankan (bank umum) mencapai Rp182,33 triliun. Simpanan ini naik Rp18,39 triliun atau 11,22% dari posisi bulan Februari 2021. Dibandingkan Maret 2020 yang sebesar Rp177,52 triliun, simpanan pemda itu naik Rp4,81 triliun atau 2,71%.
Baca juga:Gara-Gara Pemerintah Keok dari Brasil, Peternak Ayam Terancam Bangkrut
“Ini berarti memang masih ada dana di dalam APBD yang tersimpan di bank dan belum dijadikan belanja yang bisa memulihkan ekonomi di daerah,” kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis (29/4/2021).
Lanjutnya, dari total APBD 2021 sebesar Rp1.045,18 triliun, realisasinya hingga Maret baru Rp80,69 triliun. Angka ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu di bulan Maret yang sebesar Rp106,67 triliun.
Lihat Juga :