Kuartal I/2021, Kerugian Hero Supermarket Turun 96,22%
Minggu, 02 Mei 2021 - 10:12 WIB
loading...
Hero Supermarket sukses memangkas kerugian hingga 96,22% per kuartal I/2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatatkan penurunan rugi bersih pada kuartal I/2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp1,64 miliar atau lebih rendah 96,22% dibanding 31 Maret 2020 yang sebesar Rp43,55 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,76 triliun atau turun 32,20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 triliun dengan rugi per saham dasar Rp0,4.
Baca Juga: Penjualan Ritel Akan Melandai Usai Lebaran, Pengusaha Harus Antisipasi Dini
Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengatakan, meskipun kerugian tersebut mengecewakan, namun kerugian pada kuartal ini akan jauh lebih besar jika tidak dilakukan pemulihan atas ketentuan kewajiban sewa yang dibukukan pada periode sebelumnya.
Dia menyebut, pendapatan bisnis IKEA dipengaruhi oleh pembatasan kapasitas operasional serta gangguan perdagangan akibat Covid-19 yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan e-commerce yang solid. Total laba operasional dipengaruhi oleh penurunan profitabilitas toko karena pendapatan yang lebih rendah, serta tingginya biaya pra-pembukaan yang dikeluarkan untuk membuka toko-toko baru yang direncanakan akan dibuka pada tahun 2021.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,76 triliun atau turun 32,20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 triliun dengan rugi per saham dasar Rp0,4.
Baca Juga: Penjualan Ritel Akan Melandai Usai Lebaran, Pengusaha Harus Antisipasi Dini
Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengatakan, meskipun kerugian tersebut mengecewakan, namun kerugian pada kuartal ini akan jauh lebih besar jika tidak dilakukan pemulihan atas ketentuan kewajiban sewa yang dibukukan pada periode sebelumnya.
Dia menyebut, pendapatan bisnis IKEA dipengaruhi oleh pembatasan kapasitas operasional serta gangguan perdagangan akibat Covid-19 yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan e-commerce yang solid. Total laba operasional dipengaruhi oleh penurunan profitabilitas toko karena pendapatan yang lebih rendah, serta tingginya biaya pra-pembukaan yang dikeluarkan untuk membuka toko-toko baru yang direncanakan akan dibuka pada tahun 2021.
Lihat Juga :