Green Surfactant Petrokimia Gresik Jadi Incaran Industri Migas
Selasa, 04 Mei 2021 - 21:31 WIB
loading...
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo (dua kiri) bersama sejumlah direksi lainnya melepas truk yang mengangkut 7.000 liter green surfactant di Gresik, Jawa Timur, Selasa (4/5/2021). (Foto: Dok. Humas Petrokimia Gresiik)
A
A
A
JAKARTA - Petrokimia Gresik , perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan penjualan perdana green surfactant sebanyak 7.000 liter kepada KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap di Sarolangun, Jambi, Selasa (4/5/2021).
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa green surfactant produksi Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan satu-satunya produk surfaktan dalam negeri.
(Baca juga:Petrokimia Gresik Dampingi Petani dari Hulu sampai Hilir)
Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak/lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti detergen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Green surfactant merupakan terobosan penting yang dapat mendukung industri minyak dan gas (migas) di tanah air agar semakin efisien dan ramah lingkungan,” ujar Dwi Satriyo dalam keterangan tertulisnya.
(Baca juga:Perangi Covid-19, Petrokimia Gresik Borong GeNose C19)
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa green surfactant produksi Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan satu-satunya produk surfaktan dalam negeri.
(Baca juga:Petrokimia Gresik Dampingi Petani dari Hulu sampai Hilir)
Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak/lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti detergen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Green surfactant merupakan terobosan penting yang dapat mendukung industri minyak dan gas (migas) di tanah air agar semakin efisien dan ramah lingkungan,” ujar Dwi Satriyo dalam keterangan tertulisnya.
(Baca juga:Perangi Covid-19, Petrokimia Gresik Borong GeNose C19)
Lihat Juga :