Kisah Sepi Stasiun Pasar Senen Jelang Lebaran

loading...
Kisah Sepi Stasiun Pasar Senen Jelang Lebaran
Situasi Stasiun Pasar Senen. Foto/ TaufikFajar/MPI
JAKARTA - Biasanya seminggu menjelang Lebaran , titik-titik yang menjadi tempat penyaluran masyarakat menunju kampung halaman selalu dipadati. Salah satu titik penyaluran itu adalah Stasiun Pasar Senen .

Stasiun ini menjadi salah satu titik penyaluran paling favorit karena bisa menuju berbagai tempat di belahan Jawa Tengah dan Timur. Dulu tempat ini selalu ramai dipadati pemudik.

Jelang Lebaran tahun 2019 atau dua tahun lewat, jumlah penumpang yang memadati Stasiun Pasar Senen diperkirakan mencapai 997.000 orang. Jumlah itu naik 9% dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 915.000 penumpang.

Nah kini, sejak pandemi melanda dan diberlakukan larangan mudik Lebaran, suasana di Stasiun Pasar Senen kontras dengan yang dulu. Bahkan kontras dibanding dengan kondisi keseharian sebelum periode pelarangan mudik Lebaran, dari 6 hingga 17 Mei.



Baca juga: Rekor Terbaru! Kian Dicintai, Pangsa Pemirsa Prime Time 4 TV MNCN Meroket Tembus 57,6%!

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di Stasiun Pasar Senen, Kamis (6/5/2021), terlihat sepi penumpang. Bahkan tidak ada pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya. Kursi-kursi yang biasanya penuh ditempati oleh pemudik saat ini kosong.

Namun, terlihat masih ada beberapa penumpang kereta di lokasi tersebut. Akan tetapi penumpang itu berasal dari commuter line atau KRL yang melakukan perjalanan di Jabodetabek.

Kisah Sepi Stasiun Pasar Senen Jelang Lebaran


Kemudian parkir untuk kendaraan roda empat dan roda dua di Stasiun Pasar Senen juga terlihat sepi dan tidak seperti hari-hari sebelumnya yang ramai. Bahkan lahan parkir itu bisa penuh dengan kendaraan.

Beberapa petugas kereta api tampak melakukan penjagaan di pintu masuk Stasiun Pasar Senen. Petugas keamanan selalu menanyakan tujuan setiap orang yang datang ke Stasiun Pasar Senen.



Sebelumnya, pada masa larangan mudik Idul Fitri 1442 H yang telah ditetapkan pemerintah mulai 6 sampai tanggal 7 Mei 2021, melalui kordinasi dan pembahasan berasama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan jumlah terbatas hanya bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik.

Baca juga: Rusia Desak Penghentian Kekerasan di Yerusalem Timur

Padahal, Stasiun Pasar Senen bersama Stasiun Gambir merupakan stasiun yang menjadi tempat pemberakatan kereta api jarak jauh (KAJJ) yang dizinkan mengangkut penumpang selama periode pelarangan mudik Lebaran. Namun, pemberangkatan itu hanya untuk pelaku perjalanan mendesak dan bukan kepentingan mudik.

Sama halnya KA Reguler di masa pandemi, operasional KAJJ pada masa pelarangan mudik juga tetap menerapkan pembatasan okupansi 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top