Distribusi Energi Primer Dunia Mengarah ke EBT

loading...
Distribusi Energi Primer Dunia Mengarah ke EBT
Ilustrasi PLTS. Foto/Dok SINDOphoto
JAKARTA - Distribusi energi primer dunia sejak tahun 1980 hingga tahun 2050 mendatang, menunjukkan kecenderungan ke arah renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) . Adapun saat ini energi yang paling banyak digunakan masih bersumber dari energi fosil.

“Pada 2020 dan ke depan itu wind (energi angin) semakin ke sini semakin besar. Untuk di Indonesia, wind (PLTB) itu yang sudah beroperasi kemarin di Sidrap, Sulawesi Selatan. Kemudian, solar thermal dan solar pv juga sudah semakin besar peranannya nanti ke depan,” ujar Komisaris Pertamina EP, Muhammad Ali dalam webinar Hari Bumi & Ulang Tahun IGI Ke-54, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: PLN Siap Konversi PLTD 2.000 MW ke Pembangkit EBT hingga 2025

Di sisi lain, menurut Ali, jika dilihat kebutuhan minyak berdasarkan sektor, industri minyak masih relevan hingga tahun 2050, dengan dominasi di sektor transportasi. “Transportasi masih menggunakan minyak dan gas tentunya. Selain itu, sektor lain yang masih memerlukan migas adalah energi, manufaktur, dan gedung. Walaupun peranannya semakin ke sini akan tergantikan dengan energi-energi yang lain,” bebernya.



Baca juga: WN China Masuk Saat Mudik Dilarang, Epidemiolog: Memprihatinkan dan Berbahaya

Sementara itu, kebutuhan gas berdasarkan sektor, industri migas masih relevan sampai tahun 2050 dengan didominasi sektor kelistrikan dan energi. “Kita tahu bahwa listrik hari ini masih banyak memakai tenaga batu bara. Akan tetapi, di tahun 2023 atau 2025 kita sudah harus secara pasti meninggalkan itu dan menggantikan dengan energi yang ramah lingkungan,” tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top