Berwisata Aman Saat Lebaran

Senin, 10 Mei 2021 - 06:34 WIB
loading...
A A A
“Misalnya, untuk destinasi Pulau Merah, jika sudah ada 1.000 pemesanan tiket secara online, maka sudah seperti itu, tidak cetak tiket lagi karena memang sudah kita kunci maksimal segitu. Meski biasanya kapasitasnya 3.000 pengunjung,” ujarnya.

Wisatawan yang datang ke Banyuwangi juga dipastikan hanya untuk wistawan lokal. Ini sejalan dengan kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat.

Menurut Yanuarto Banyuwangi melakukan penyekatan di empat titik untuk mengantisipasi wisatawan dari luar Banyuwangi yang datang dengan tujuan berlibur.

“Kecuali sebagaimana yang disyaratkan, misalnya menengok orang sakit, itu boleh. Termasuk wisatawaan dalam satu rayon Banyuwangi seperti dari Jember dan Bondowoso. Mereka bisa datang ke Banyuwangi, dan sebaliknya, karena satu rayon,” paparnya.

Pada liburan Lebaran ini Banyuwangi tidak mematok jumlah wisatawan. Yanuarto mengatakan, ekonomi daerah bergerak saja sudah cukup. “Paling utama adalah keselamatan, sekarang bukan lagi ajang promosi dan cari wisatawan. Kalau wisatawan enjoy lalu pulang dengan aman dan selamat, itu sudah cukup,” katanya.

Karena itu dia berharap pengunjung memilih destinasi alam, termasuk berkunjung ke desa-desa dengan menginap di homestay. “Kami ingin mereka lihat desa, laut, sawah, gunung. Mengapa? Agar perputaran ekonomi tidak hanya di hotel saja. Bagaimana uang bisa jatuh ke masyarakat desa juga agar pariwisata bisa berdampak pada penghidupan ekonomi di tengah pandemi,” tandasnya.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga siap membuka destinasi wisata. Mengikuti instruksi pemerintah pusat, DIY akan menerapkan peraturan yang ketat yang dituangkan melalui instruksi gubernur. Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, hingga Jumat, (7/5) pihaknya belum mendapat laporan destinasi mana yang akan ditutup atau tidak menerima kunjungan wisatawan.

“Pada prinsipnya semua destinasi di DIY siap menerima kunjungan, namun kalau kemudian dalam perjalanan masa liburan ada daerah yang zona merah dan orange, kita akan patuh, tidak akan terima tamu di wilayah itu,” ujarnya saat dihubungi Jumat (7/5).

Singgih mengatakan, dari laporan pemerintah kabupaten/kota, ada beberapa wilayah DIY yang masuk zona merah namun itu hanya 5% dari total wilayah. Dia memastikan bahwa pengunjung yang diperbolehkan masuk ke destinasi adalah dari wilayah aglomerasi DIY saja meliputi, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta. Pembatasan wisatawan sebagai konsekuensi larangan mudik tersebut dinilai tidak begitu berpengaruh pada jumlah kunjungan.

Menurut Singgih, wistawan lokal DIY selama ini juga cukup mendominasi. Data pada aplikasi Visiting Jogja, kata dia, jika dibandingkan dengan 33 provinsi lain, maka 43% wisatawan di DIY berasal dalam DIY sendiri.

“Dari total 2,9 juta wisatawan yang kami data dari aplikasi Visiting Jogja, sejak Juli 2020 hingga hari ini, hampit setengah itu dari dalam DIY. Jadi program staycation kami berhasil,” tandasnya.

Dia menyebut selama pandemi pantai dan destinasi yang sifatnya outdoor paling diminati wisatawan. Hal yang sama diperkirakan terjadi pada libur Lebaran kali ini. Pantai di Gunung Kidul dan Parantritis di Bantul, serta hutan pinus Mangunan disebut destinasi outdoor yang selama ini jadi favorit wisatawan. “Ecotourism paling digemari. Ini juga bukti bahwa para wisatawan sudah bijak, smart traveler-nya sudah bagus jadi mereka memilih datang ke destinasi yang sehat,” tandasnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gagas Ekowisata Mangrove,...
Gagas Ekowisata Mangrove, PLN EPI Kembangkan Ekonomi Kerakyatan di Desa Bunton Cilacap
Petani di Cipanas Antusias...
Petani di Cipanas Antusias Kembangkan Agro Eduwisata Artala
Pulang Kampung, Agrowisata...
Pulang Kampung, Agrowisata Bali Ndeso Bisa Jadi Solusi Pensiun Dini
Pikat Milenial, Kementan...
Pikat Milenial, Kementan Pacu Pengembangan Pertanian Menjadi Agroekowisata
Kementan Buka Wisata...
Kementan Buka Wisata Petik Buah di Lahan Sekolah
Wamenparekraf Angela...
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Kemenparekraf Berkomitmen Turut Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata
Perayaan Idulfitri 1447...
Perayaan Idulfitri 1447 H Berbeda, Menag Imbau Umat Islam Jaga Toleransi
Partisipasi Eiger di...
Partisipasi Eiger di IPB Career Days 2026 Buka Peluang Karier Industri Ekowisata
Investasi Hijau di Puncak...
Investasi Hijau di Puncak Bogor, Transformasi Konflik Agraria Menjadi Ekowisata Bermakna
Rekomendasi
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved