Simak! Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 ala Pefindo

Senin, 10 Mei 2021 - 16:45 WIB
loading...
Simak! Proyeksi Pertumbuhan...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario pesimis dan moderat hingga akhir tahun 2021.
Ekonom PT Pefindo Fikri C Permana mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan kuartal lain karena adanya momentum Ramadan dan Idulfitri. Begitu pula dengan kuartal IV/2021 yang didorong Natal dan libur akhir tahun.

Dalam skenario pesimis, jika pada kuartal II/2021 tidak mencapai 7% atau antara 4,5% hingga 5% maka kemungkinan di akhir tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka 3,9%.

"Itu pun dengan asumsi rupiah dan tingkat imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) akan terjaga. Rupiah kami perkirakan masih akan berada di Rp14.700 dengan skenario pesimis dan yield SUN akan berada di angka 6,9% seiring dengan inflasi ataupun yield US Treasury yang berada di level 2% nantinya," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau, Parkir dengan Nilai Transaksi Rp9,21 Triliun

Sementara dalam skenario moderat, apabila pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 6% hingga 6,5% pada kuartal II/2021, maka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 bisa berada di angka 4,4%. "Itupun dengan catatan nilai tukar rupiah bisa berada antara Rp14.300, yield SUN bisa berada diantara sekitar 6,2%, lalu yield US Treasury bisa berada di level saat ini antara 1,5%-1,6%," jelas Fikri.

Baca Juga: Heboh Rombongan Kendaraan RI-1 di Daerah, Istana Bantah Jokowi Mudik Lebaran

Fikri melanjutkan, jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 bisa mencapai 7% maka pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2021 bisa mendekati angka 4,9% hingga 5%. Dengan catatan nilai tukar rupiah bisa berada di bawah Rp14.000 antara Rp13.800-Rp14.000. "Itupun dengan yield SUN yang kami harapkan berada di sekitar 5,6%-5,8% nantinya. Dengan harapan yield US Treasury bisa terjaga di bawah 1% atau setidaknya antara 1%-1,3%," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
BUMN Berkontribusi Dongkrak...
BUMN Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Bank Mandiri Ramal Ekonomi...
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal II Melambat Tak Sampai 5,6%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved