Dalam Jangka Pendek, IHSG Terancam Mondar-Mandir di Bawah Level 6.000

Senin, 17 Mei 2021 - 19:59 WIB
loading...
Dalam Jangka Pendek, IHSG Terancam Mondar-Mandir di Bawah Level 6.000
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,76% atau turun 104,49 poin ke level 5.833,86 pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idulfitri, Senin (17/5/2021).

Technical analyst NH Korindo Sekuritas Dimas Pratama mengatakan, pergerakan IHSG masih tertekan sentimen global seperti data-data ekonomi yang akan rilis pekan ini. Selain itu, investor juga mengkhawatirkan kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan mendorong tingkat imbal hasil (yield) suku bunga sehingga akan terjadi capital outflow lagi di pasar.

Baca juga:Jaga Laju Pemulihan Ekonomi, Airlangga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran

"Ini kita agak beruntung sedikit karena minggu lalu cuma dua hari efektif dan market juga terjadi tekanan di minggu lalu sehingga impact-nya baru terjadi sekarang," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (17/5/2021).

Menurut dia, ada potensi IHSG untuk rebound, paling tidak dalam jangka pendek dua hari ke depan ke level 5.960-an.

"Paling tidak dua hari ke depan sampai tanggal 19 Mei akan mengunci ke level 5.960-an. Jadi memang saat ini perlu diperhatikan saham-saham untuk perdagangan dua hari ke depan," ungkapnya.

Dia memprediksi IHSG masih akan diuji di level tersebut jika terjadi rebound. Namun jika belum berhasil mencapai level di atas 6.000 maka pergerakan IHSG diprediksi masih akan flat.

"Kalau kita belum berhasil di atas 6.000 tampaknya masih akan mondar-mandir antara 5.800-5.950-an. Jadi memang hal-hal kritikal yang perlu diperhatikan IHSG di 5.817 yang merupakan low hari ini," tuturnya.

Baca juga:Markasnya Digempur Pasukan Elit TNI-Polri, Panglima TPNPB OPM Thitus Murib Kwalik Sebar Video Propaganda

Sementara jika tidak kuat bertahan di level 5.817 maka ada indikasi ke bawah menuju level 5.730. Hal ini juga bergantung pada sentimen yang terjadi, baik global maupun dalam negeri.

"Kalau sentimennya bagus, harapannya bisa bertahan di level 6.000. Kalau tidak kita akan flat 5.800 sampai 5.950," tandasnya.
(uka)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1398 seconds (0.1#10.140)