Kilang Pertamina Catatkan Kinerja Kinclong di Awal Tahun 2021
Rabu, 19 Mei 2021 - 11:48 WIB
loading...
Kinerja kinclong diperlihatkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada kuartal I Tahun 2021. Dimana tercatat kinerja operasi jauh melampaui target RKAP. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kinerja kinclong diperlihatkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada kuartal I Tahun 2021. Dimana tercatat kinerja operasi jauh melampaui target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan), didukung beberapa faktor pendorong utama antara lain optimasi kilang dan efisiensi biaya operasional.
Baca Juga: Berderet Kasus Kebakaran Kilang Pertamina, dari Plumpang sampai Mataram
Direktur Utama PT KPI, Djoko Priyono mengatakan, sejak menjadi perusahaan sub holding Pertamina untuk bisnis refining and petrochemical (kilang pengolahan dan petrokimia), PT KPI terus berikhtiar untuk membukukan kinerja yang positif.
Dia mengungkapkan, bahwa optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread (perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang).
"Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude (minyak mentah). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).
Menurut Djoko, upaya optimasi ini berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, mencapai realisasi di atas 79%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 78%.
"Selain itu, Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%," terang Djoko.
Baca Juga: Berderet Kasus Kebakaran Kilang Pertamina, dari Plumpang sampai Mataram
Direktur Utama PT KPI, Djoko Priyono mengatakan, sejak menjadi perusahaan sub holding Pertamina untuk bisnis refining and petrochemical (kilang pengolahan dan petrokimia), PT KPI terus berikhtiar untuk membukukan kinerja yang positif.
Dia mengungkapkan, bahwa optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread (perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang).
"Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude (minyak mentah). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).
Menurut Djoko, upaya optimasi ini berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, mencapai realisasi di atas 79%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 78%.
"Selain itu, Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%," terang Djoko.
Lihat Juga :