Joe Biden Bikin Aturan Main Kripto di AS Makin Ketat, Cek Faktanya

Jum'at, 21 Mei 2021 - 20:05 WIB
loading...
Joe Biden Bikin Aturan...
Presiden AS Joe Biden. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden AS Joe Biden membuat aturan baru terkait penegakan pajak termasuk membatasi aturan bermain aset kripto . Regulasi itu diterapkan menyusul rencana Kementerian Keuangan AS mengumpulkan pajak hingga USD700 miliar.

"Meskipun merupakan bagian yang relatif kecil dari pendapatan bisnis saat ini, transaksi mata uang kripto kemungkinan besar akan semakin penting dalam dekade berikutnya, terutama dengan adanya rezim pelaporan rekening keuangan yang luas," kata Kementerian Keuangan AS seperti dilansir dari Forbes, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga: Mata Uang Kripto Tumbang, Rp7.000 Triliun Lenyap dari Pasar

Berdasarkan laporan CoinMarketCap nilai pasar market kripto di seluruh dunia mencapai USD1,72 triliun. Pada awal tahun, pasar kripto bernilai USD776 miliar dengan keuntungan mencapai 122%. Berikut sederet fakta alasan AS mengatur investasi kripto;

1. Kementerian Keuangan AS mewajibkan bank dan lembaga keuangan untuk melaporkan informasi tentang arus masuk dan arus keluar akun ke Internal Revenue Service (ISR) sebagai cara untuk mendeteksi pendapatan yang tidak dilaporkan.
2. Pertukaran aset kripto dan kustodian serta layanan pembayaran kripto juga akan tunduk pada aturan pelaporan baru itu.
3. Setiap penerimaan kripto senilai USD10.000 maka sama seperti kebanyakan bisnis diharuskan untuk melaporkan ke IRS sebagai lembaga pemerintah federal AS yang mengumpulkan pajak dan menetapkan hukum pendapatan dalam negeri.

Baca Juga: Cair Bulan Depan, Ini Rincian Besaran Gaji ke-13 PNS Tanpa Tukin

Sebagai informasi, harga bitcoin dan mata uang kripto lainnya tidak stabil dan jatuh 30% menjadi di bawah USD40.000 per koin pada Rabu (19/5). Sejumlah analis mengaitkan penurunan tersebut dengan kekhawatiran regulasi pemerintah China bahwa bank dan layanan pembayaran tidak boleh melakukan bisnis kripto. Di sisi lain, jebloknya mata uang kripto ditenggarai datang dari cuitan CEO Tesla Elon Musk yang mengatakan bahwa mobil listriknya Tesal tidak bisa dibeli menggunakan bitcoin sebagai pembayaran.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Rekomendasi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Berita Terkini
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Infografis
Identitas Kamala Harris,...
Identitas Kamala Harris, Calon Presiden AS Pengganti Joe Biden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved