Digebuk Xi Jinping, Penambang Kripto Ramai-ramai Cabut dari China

Senin, 24 Mei 2021 - 16:31 WIB
loading...
A A A
Tindakan keras juga merupakan bagian dari dorongan China untuk mengekang perdagangan kripto secara spekulatif. Akibatnya, Bitcoin terpukul setelah gerakan Tiongkok terbaru, dan sekarang turun hampir 50% dari level tertinggi sepanjang masa. Bitcoin merosot sebanyak 17% pada hari Minggu, sebelum mengurangi beberapa kerugian dan terakhir diperdagangkan stabil di Asia.

Di tempat lain, Ether jatuh ke level terendah dua bulan pada hari Minggu, turun 60% dari rekor puncak yang dicapai hanya 12 hari yang lalu. Perlindungan investor dan pencucian uang adalah perhatian khusus dari regulator keuangan global yang bergulat dengan apakah dan bagaimana mereka harus mengatur industri cryptocurrency. Guncangan terbaru dalam mata uang digital juga berasal dari pengawasan yang lebih ketat di Amerika Serikat. Kamis lalu, A.S.

Baca Juga: Jreng! China Resmi Boikot Uang Kripto, Ini Alasannya

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan mereka menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan, dan menunjukkan bahwa regulasi yang lebih besar dari mata uang elektronik yang semakin populer mungkin diperlukan. Huobi selalu berusaha untuk mematuhi kebijakan dan peraturan yang berkembang di setiap yurisdiksi, "kata Huobi dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Pendiri BTC.TOP Jiang Zhuoer mengatakan dalam posting blog mikro melalui Weibo bahwa bisnis penambangannya tidak akan lagi terbuka untuk China daratan, sementara HashCow mengatakan akan menangguhkan bisnis baru di China dengan pemberitahuan kepada klien. BTC.TOP dan HashCow tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Kapitalisasi Tokenisasi...
Kapitalisasi Tokenisasi Aset Tembus USD32,18 Miliar, PINTU Tambah 48 Pilihan Aset
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Tokenisasi Aset Pintu...
Tokenisasi Aset Pintu Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
Enam Tahun Perjalanan...
Enam Tahun Perjalanan Pintu Hadirkan Layanan Trading dan Investasi Aset Kripto
Pintu Goes to Campus...
Pintu Goes to Campus Gandeng OJK, & Unpad Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
Setelah Trump, Presiden...
Setelah Trump, Presiden Putin Akan Berkunjung ke China, Ada Apa Gerangan?
Pemimpin Oposisi Taiwan...
Pemimpin Oposisi Taiwan Sowan ke Beijing, Presiden China Xi Jinping Sesumbar Kebangkitan Besar
Perkuat Soliditas Militer...
Perkuat Soliditas Militer China, Presiden Xi Ancam Elemen Korup
Rekomendasi
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved