Akui Kebocoran Data, Dirut BPJS Kesehatan Sebut Ulah Peretas
Selasa, 25 Mei 2021 - 11:19 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakui kebocoran data 279 juta warga Indonesia berasal dari lembaga hukum publik tersebut. Kebocoran data terjadi akibat tindakan peretasan (hacker) sistem keamanan digital.
Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPJS kesehatan selama ini telah melakukan upaya perlindungan data peserta melalui pengelolaan teknologi informasi (IT). Menurut dia, data tersebut dikelola sesuai ketentuan atau standar serta perundang-undangan yang berlaku.
Meski begitu, dinamisnya dunia digital membuat kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab melakukan pembobolan data pribadi yang terhimpun melalui platform digital BPJS Kesehatan.
"IT di BPJS Kesehatan telah berlapis-lapis, walaupun BPJS Kesehatan sudah melakukan sistem keamanan yang berlaku, namun masih dimungkinkan terjadinya peretasan. Mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (25/5/2021).
Baca juga: Dugaan Data BPJS Kesehatan Dibobol Bikin BP Jamsostek Harus Hati-hati
Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPJS kesehatan selama ini telah melakukan upaya perlindungan data peserta melalui pengelolaan teknologi informasi (IT). Menurut dia, data tersebut dikelola sesuai ketentuan atau standar serta perundang-undangan yang berlaku.
Meski begitu, dinamisnya dunia digital membuat kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab melakukan pembobolan data pribadi yang terhimpun melalui platform digital BPJS Kesehatan.
"IT di BPJS Kesehatan telah berlapis-lapis, walaupun BPJS Kesehatan sudah melakukan sistem keamanan yang berlaku, namun masih dimungkinkan terjadinya peretasan. Mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (25/5/2021).
Baca juga: Dugaan Data BPJS Kesehatan Dibobol Bikin BP Jamsostek Harus Hati-hati
Lihat Juga :