Cryptocurrency 'Haram' di Iran Setelah Sebabkan Listrik Padam

Jum'at, 28 Mei 2021 - 05:09 WIB
loading...
Cryptocurrency Haram...
Iran mengumumkan larangan empat bulan untuk aktivitas penambangan cryptocurrency seperti Bitcoin, lantaran memakan energi yang sangat besar. Akibatnya listrik beberapa kota di Iran padam. Foto/Dok BBC
A A A
TEHERAN - Iran mengumumkan larangan empat bulan untuk aktivitas penambangan cryptocurrency seperti Bitcoin , lantaran memakan energi yang sangat besar. Akibatnya listrik beberapa kota di Iran padam.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, dalam rapat kabinet yang menjadi penyebab utama pemadaman listrik karena pembangkit listrik tenaga hidro-listrik kurang pasokan akibat aktivitas penambangan cryptocurrency. Dimana 85% mata uang digital di antaranya tidak berlisensi dan menguras lebih dari 2GW dari grid setiap hari.



Diperkirakan 4,5% dari total penambangan Bitcoin terjadi di Iran. Menurut perusahaan analitik Elliptic, aktivitas ini memungkinkan negara untuk memperingan sanksi dan mendapatkan ratusan juta dolar dalam aset kripto yang dapat digunakan untuk impor.

Hal itu bisa menjadi solusi saat Bank-bank di Iran terputus dari sistem keuangan global, ditambah ekspor minyak Iran anjlok cukup dalam. Kondisi ini sebagai akibat dari sanksi yang kembali diterapkan Amerika Serikat (AS) pada 2018.

Bitcoin beroperasi lewat teknologi blockchain, buku besar digital transaksi. Penambang mengaudit transaksi Bitcoin dengan imbalan kesempatan untuk memperoleh mata uang digital.



Hal itu membutuhkan daya komputasi yang sangat besar, yang pada gilirannya menggunakan listrik dalam jumlah besar. Elliptic mengatakan, pihak berwenang Iran secara resmi mengakui penambangan cryptocurrency pada 2019 dan kemudian mendirikan badan lisensi yang mengharuskan penambang untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Lalu membayar tarif yang lebih tinggi untuk listrik, dan menjual bitcoin mereka ke Bank Sentral Iran. Perusahaan listrik nasional mengatakan, pada hari Sabtu bahwa fasilitas pertambangan cryptocurrency berlisensi sudah secara sukarela menutup operasi mereka untuk meringankan beban.

Tetapi Rouhani menerangkan, bahwa fasilitas yang tidak berlisensi menggunakan antara enam dan tujuh kali lebih banyak sumber energi dan karena itu ia melarang semua kegiatan cryptocurrency hingga 22 September.

Presiden juga mengatakan menteri energi telah meminta maaf kepada warga Iran atas pemadaman listrik yang tidak direncanakan. Hingga dampaknya mempengaruhi sektor bisnis dan rumah tangga di Teheran dan beberapa kota lainnya pekan lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tolak Kripto jadi Alat...
Tolak Kripto jadi Alat Pembayaran, Bos Bank Sentral Rusia: Sangat Fluktuatif
THR Kripto, Rayakan...
THR Kripto, Rayakan Lebaran dengan Cara Baru
3 Negara Pemegang Bitcoin...
3 Negara Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia, Tertinggi Nilainya Tembus Rp277,4 Triliun
Trump Bangun Cadangan...
Trump Bangun Cadangan Bitcoin, Indonesia Tertarik Ikuti Jejak AS?
Trump Sebut 5 Koin Bakal...
Trump Sebut 5 Koin Bakal Jadi Cadangan Kripto AS, Harganya Tiba-tiba Melejit 62%
Terancam Dimakzulkan...
Terancam Dimakzulkan terkait Penipuan Kripto, Presiden Argentina Ogah Minta Maaf
Awas Penipuan Berkedok...
Awas Penipuan Berkedok Investasi Kripto, Begini Modusnya
Selain Bitcoin, AI dan...
Selain Bitcoin, AI dan Meme Token Kuasai Pasar Crypto 2024
Nilai Transaksi Aset...
Nilai Transaksi Aset Kripto RI Melesat Tembus Rp650 Triliun di 2024
Rekomendasi
Era Dominasi Jon Jones...
Era Dominasi Jon Jones Berakhir di UFC? Pesaing Ungkap 3 Faktor Kelemahan
H+3 Lebaran, TMII Dikunjungi...
H+3 Lebaran, TMII Dikunjungi Lebih dari 21 Ribu Orang
Honda Bocorkan Interior...
Honda Bocorkan Interior Prototipe Prelude, Ini Isi Dalamannya
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
2 jam yang lalu
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
2 jam yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
4 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
6 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
6 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
8 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved