Belum Optimal, Masa Depan Green Avtur Masih Tanda Tanya
Jum'at, 28 Mei 2021 - 15:25 WIB
loading...
Petugas melakukan pengisian Avtur dari mobil refueler PT Pertamina ke pesawat terbang di bandara. Foto/Dok SINDOnews/Hasiholan Siahaan
A
A
A
JAKARTA - Hingga saat ini pemanfaatan green avtur di Indonesia sesuai amanat Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 masih belum dapat dilaksanakan secara optimal dikarenakan adanya berbagai permasalahan.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menuturkan, tujuan utama dari penggunaan green avtur adalah untuk mengurangi polusi emisi nitrogen oksida (NOX) dan juga particulate matter. Untuk mencapai tujuan tersebut, kata dia, sebetulnya sejak tahun 2015 hingga 2021 ini sudah banyak perkembangan.
Baca juga: Usai Lebaran, Kesadaran Pakai BBM Berkualitas Mulai Meningkat
“Di kondisi pandemi saat ini dan juga pengembangan berbagai teknologi untuk mengurangi emisi. Juga ada pengembangan desain sayap pesawat, kemudian desain perubahan rute-rute sehingga lebih efisien, dan juga ada perubahan teknologi menuju mesin listrik,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Jumat (28/5/2021).
Akan tetapi, kata dia, penggunaan green avtur masih dipertanyakan apakah visible untuk jangka panjang. Dia menjelaskan, saat ini semua maskapai di seluruh dunia sedang dalam survival mode. Jadi, mereka harus melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan untuk bertahan hidup.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menuturkan, tujuan utama dari penggunaan green avtur adalah untuk mengurangi polusi emisi nitrogen oksida (NOX) dan juga particulate matter. Untuk mencapai tujuan tersebut, kata dia, sebetulnya sejak tahun 2015 hingga 2021 ini sudah banyak perkembangan.
Baca juga: Usai Lebaran, Kesadaran Pakai BBM Berkualitas Mulai Meningkat
“Di kondisi pandemi saat ini dan juga pengembangan berbagai teknologi untuk mengurangi emisi. Juga ada pengembangan desain sayap pesawat, kemudian desain perubahan rute-rute sehingga lebih efisien, dan juga ada perubahan teknologi menuju mesin listrik,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Jumat (28/5/2021).
Akan tetapi, kata dia, penggunaan green avtur masih dipertanyakan apakah visible untuk jangka panjang. Dia menjelaskan, saat ini semua maskapai di seluruh dunia sedang dalam survival mode. Jadi, mereka harus melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan untuk bertahan hidup.
Lihat Juga :