Menteri Bintang Apresiasi Perusahaan yang 'Ramah' Perempuan

Jum'at, 28 Mei 2021 - 20:32 WIB
loading...
A A A
“Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam pimpinan perusahaan. Ketika proses rekrutmen atau promosi, kami mengusahakan agar kandidat laki-laki dan perempuan seimbang. Semakin kami memperbanyak kandidat dalam proses promosi, maka peluang banyaknya kandidat perempuan juga semakin tinggi," tuturnya.



Dia menambahkan, perusahaan juga harus mampu menyesuaikan dengan kebijakan yang mendukung kaum perempuan di tingkat pimpinan perusahaan, karena pegawai perempuan ada yang memiliki peran ganda dan tanggung jawab dalam keluarga.

Perwakilan UN Women, Dwi Yuliawati Faiz mengatakan, berdasarkan penelitian UN Women 84% perusahaan di Indonesia menyatakan setidaknya ada satu orang perempuan di dalam dewan direksi. Indonesia memang tengah berupaya untuk mendorong keterwakilan perempuan di pimpinan perusahaan, namun masih ada tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita hadapi kali ini adalah bagaimana memperpendek proses yang dilalui perempuan untuk menduduki posisi pimpinan. Ketika proses untuk menduduki posisi pimpinan panjang, sementara di tengah proses tersebut perempuan masih memiliki peran ganda sebagai ibu dan pengasuh," paparnya.

Kendala lainnya, ungkap Dwi, adalah banyak perusahaan yang memang sudah memberikan kesempatan yang sama terhadap pekerja laki-laki dan perempuan, namun tidak melakukan kegiatan proaktif lainnya.

"Jika perusahaan melakukan langkah yang lebih aktif agar perempuan lebih banyak menempati posisi pimpinan, maka akan lebih banyak lagi perempuan yang terinspirasi untuk menduduki posisi pimpinan atau pengambil keputusan,” tukasnya.

Sementara itu, perwakilan Srikandi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Direktur Konsumer BRI, Handayani mengatakan, pada 2025 ditargetkan 30% Board of Directors (BOD) BUMN adalah perempuan. Adapun di BRI saat ini komposisi BOD dan Supervisor perempuan sudah mencapai 22%.

Menurut dia, penguatan peran perempuan menjadi sangat penting, dan yang bisa mengangkat perempuan adalah perempuan itu sendiri. "Untuk mengatasi stereotip yang selama ini melekat pada kaum perempuan, perempuan harus mampu membuktikan dirinya bahwa kita berperan penting pada setiap proses dan aktivitas yang dipercayakan kepada kita,” tandasnya.

G20 Empower merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada 2019. G20 Empower bertujuan membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usung Misi Pemberdayaan...
Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, MUFG Luncurkan Women Mentorship Program
Dukung Kesetaraan Gender,...
Dukung Kesetaraan Gender, Komposisi SDM Wanita BNI Capai 52%
Peringati Hari Ibu,...
Peringati Hari Ibu, BRI Peduli Salurkan Bantuan ke Kelompok Wanita Usaha di Yogyakarta
PNM Dinilai Sukses Dongkrak...
PNM Dinilai Sukses Dongkrak Ekonomi Perempuan Indonesia
Modernisasi Dinilai...
Modernisasi Dinilai Bantu Pemberdayaan Nasabah PNM Optimal
Berdayakan Ekonomi Perempuan,...
Berdayakan Ekonomi Perempuan, Rinawati Prihatiningsih Sabet AWEN Award di Kamboja
Hari Perempuan Sedunia,...
Hari Perempuan Sedunia, Sun Life Indonesia Ajak Kaum Hawa Berwirausaha
Bertemu Wapres Iran,...
Bertemu Wapres Iran, Iwapi Terinspirasi Membuat Terobosan di Tengah Tantangan
Pemberdayaan Wanita...
Pemberdayaan Wanita dan Kesetaraan Gender Perkuat Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Rekomendasi
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Penampakan Pantai Batukaras...
Penampakan Pantai Batukaras Pangandaran Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
3 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
4 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
5 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Wilayah Paling Luas di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved