Keuangan Kritis, Komisaris Garuda Rela Tidak Digaji
Rabu, 02 Juni 2021 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Keuangan Boncos, Erick Thohir: Komisaris Garuda Indonesia Cukup Dua Saja
Adapun penyebab-penyebab tersebut mehurut Peter adalah sebagai berikut:
1. Tidak adanya penghematan biaya operasional antara lain GHA.
2. Tidak adanya informasi mengenai cara dan narasi negosiasi dengan lessor.
3. Tidak adanya evaluasi/perubahan penerbangan/rute yang merugi.
4. Cash flow manajemen yan tidak dapat dimengerti.
5. Keputusan yang diambil Kementerian BUMN secara sepihak tanpa koordinasi dan tanpa melibatkan Dewan Komisaris.
6. Saran komisaris yang oleh karenanya tidak diperlukan.
7. Aktivitas Komisaris yang oleh karenanya hanya 5-6 jam per minggu.
Dia menambahkan, adanya keputusan yang jelas mungkin bisa dijadikan contoh bagi yang lain agar sadar akan kritisnya keadaan perusahaan.
Adapun penyebab-penyebab tersebut mehurut Peter adalah sebagai berikut:
1. Tidak adanya penghematan biaya operasional antara lain GHA.
2. Tidak adanya informasi mengenai cara dan narasi negosiasi dengan lessor.
3. Tidak adanya evaluasi/perubahan penerbangan/rute yang merugi.
4. Cash flow manajemen yan tidak dapat dimengerti.
5. Keputusan yang diambil Kementerian BUMN secara sepihak tanpa koordinasi dan tanpa melibatkan Dewan Komisaris.
6. Saran komisaris yang oleh karenanya tidak diperlukan.
7. Aktivitas Komisaris yang oleh karenanya hanya 5-6 jam per minggu.
Dia menambahkan, adanya keputusan yang jelas mungkin bisa dijadikan contoh bagi yang lain agar sadar akan kritisnya keadaan perusahaan.
(fai)
Lihat Juga :