Diguyur Rp693,83 Miliar, Proyek KA Makassar-Parepare Ditarget Rampung di 2022

Jum'at, 04 Juni 2021 - 04:43 WIB
loading...
Diguyur Rp693,83 Miliar,...
Ilustrasi foto/Dok SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Pengerjaan proyek pembangunan prasarana kereta api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan akan segera dilakukan. Hal tersebut setelah PT Celebes Railway Indonesia (CRI) sebagai kontraktor mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp693,83 miliar.

Adapun pemberian fasilitas pinjaman itu berasal dari PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) serta Perjanjian Line Fasilitas Pembiayaan Sindikasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.

Direktur Utama CRI, Helmi Adam mengatakan, pembiayaan atas proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare di Sulawesi Selatan akan dilakukan dalam 2 trase.

Pertama adalah trase A untuk membiayai konstruksi, pengujian dan uji coba, serta penyelesaian Emplasemen Stasiun Pelabuhan Garongkong sebagai salah satu bagian dari Prasarana Perkeretapaian Segmen B dan Prasarana Perkeretaapian Segmen F dari jalur kereta api Makassar – Parepare.

Baca juga: BSI Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp693 Miliar Bangun Rel Kereta Api Makassar-Parepare

“Sementara trase B untuk membiayai bunga selama masa konstruksi, dengan menggunakan skema konvensional maupun syariah,” ujarnya dalam acara penandatanganan perjanjian pembiayaan proyek Kereta Api Makassar - Parepare di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Proyek pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare ini nantinya akan menjadi proyek pembangunan kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Diharapkan proyek ini bisa rampung dan operasional pada 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
18.000 Pemudik Padati...
18.000 Pemudik Padati Stasiun Senen pada Puncak Arus Lebaran Hari Ini
6,2 Juta Orang Mudik...
6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum H-4 Lebaran, Kereta Api Jadi Favorit
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved