Kerugian Capai Rp4,8 Triliun, Dirut Akui Kinerja Asabri Memalukan
Rabu, 09 Juni 2021 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Sementara audit keuangan Tahun Buku 2019, perseroan memperoleh opini namun adanya modifikasi. Proses ini mulai membaik pada 2020 lalu, di mana kantor akuntan publik Amir Abadi Jusuf Aryanto berafiliasi memberikan opini wajar tanpa modifikasi.
"Opini ini lebih baik daripada tahun 2019, itu wajar dengan modifikasi, meski kami akui bahwa 2019 sangat terlambat dan sangat melakukan buat BUMN, itu diselesaikan saat kami hadir pada Oktober 2020. Untuk tahun buku 2019," tuturnya.
Baca juga: Usai Asabri dan Jiwasraya, Erick Thohir Bakal Bersih-bersih Dana Pensiun BUMN
Dia mengatakan, kasus korupsi di Asabri menyebabkan laporan keuangan perusahaan tidak terurus. Oleh karenanya, saat pemegang saham mengangkat manajemen baru, ada harapan bahwa kinerja perusahaan bisa diperbaiki.
"Ketika saya masuk kok ini tidak ada laporan sama sekali, ternyata pada Agustus saya masuk, oh ini BUMN, jadi saya dengan dewan direksi dan komisaris sepakat bahwa 2020 tidak ada kata terlambat, dan Alhamdulillah kami bekerja secara profesional tanpa kepentingan masa lalu," tandasnya.
"Opini ini lebih baik daripada tahun 2019, itu wajar dengan modifikasi, meski kami akui bahwa 2019 sangat terlambat dan sangat melakukan buat BUMN, itu diselesaikan saat kami hadir pada Oktober 2020. Untuk tahun buku 2019," tuturnya.
Baca juga: Usai Asabri dan Jiwasraya, Erick Thohir Bakal Bersih-bersih Dana Pensiun BUMN
Dia mengatakan, kasus korupsi di Asabri menyebabkan laporan keuangan perusahaan tidak terurus. Oleh karenanya, saat pemegang saham mengangkat manajemen baru, ada harapan bahwa kinerja perusahaan bisa diperbaiki.
"Ketika saya masuk kok ini tidak ada laporan sama sekali, ternyata pada Agustus saya masuk, oh ini BUMN, jadi saya dengan dewan direksi dan komisaris sepakat bahwa 2020 tidak ada kata terlambat, dan Alhamdulillah kami bekerja secara profesional tanpa kepentingan masa lalu," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :