Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Capai Puncak Akhir Juni?

Kamis, 10 Juni 2021 - 13:27 WIB
loading...
Gelombang Pertama Covid-19...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia diperkirakan akan memasuki puncak gelombang pertama pandemi Covid-19 di akhir bulan Juni ini. Hal ini disebabkan karena akumulasi kasus lama yang tidak terkendali.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan indikator satu negara mengalami masa puncak dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah kasus yang semakin meningkat.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, China Laporkan Wabah Flu Burung H5N8

“Masa puncak tentu akurasinya akan ketahuan biasanya setelah dilalui seminggu setelah misalnya masa puncak itu terjadi. Tapi prediksinya itu bisa dilihat dari tingkat kematangan kasus Covid-19,” kata dia dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (10/6/2021).

Dia menjelaskan, berbagai prediksi seperti prediksi kasus harian, angka kematian, dan angka reproduksi akan memberikan satu infomasi di awal untuk mitigasi utama. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar adanya ledakan ini tidak sampai memberikan beban besar di layanan kesehatan.

“Yang namanya prediksi manusia tidak ada yang sempurna, tapi setidaknya adanya estimasi ini akan memberikan satu informasi awal untuk mitigasi utama. Untuk mencegah adanya ledakan ini tidak sampai menimbulkan beban besar di layanan kesehatan, termasuk tidak menimbulkan banyak kematian,” paparnya.

Baca juga: Giliran Sekolah Swasta, Paud hingga Jasa Bimbel Bakal Dipungut Pajak

Lanjut Dicky, pentingnya ada berbagai prediksi ini adalah untuk melakukan mitigasi risiko. Termasuk melakukan upaya pencegahan di komunitas. “Sejauh ini dalam fenomena pandemi Covid-19 angka kesakitan terbesar ada di rumah-rumah. Dan itulah mengapa klaster rumah tangga menjadi klaster yang paling dominan, termasuk di Indonesia saat ini. Prediksinya bisa 89% setidaknya klaster ini ada di masyarakat,” tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Sri Mulyani Dorong Fleksibilitas...
Sri Mulyani Dorong Fleksibilitas Penggunaan Dana Pandemi di ASEAN
Jokowi Optimistis Industri...
Jokowi Optimistis Industri Batik Cepat Bangkit Pascapandemi
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Rekomendasi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Berita Terkini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved