Sri Mulyani Butuh Duit Rp3.461 Triliun, Buat Apa Ya?
Jum'at, 11 Juni 2021 - 13:33 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan, untuk mengatasi masalah perubahan iklim dibutuhkan dana yang tidak sedikit yakni mencapai USD247,2 miliar yang kalau dirupiahkan Rp3.461 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan, untuk mengatasi masalah perubahan iklim dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam hal menangani perubahan ikli, ditekankan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
Adapun Indonesia telah berkomitmen dalam Nationally Determined Contributions (NDCs) untuk pengurangan emisi 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan Internasional. Untuk itu dibutuhkan dana mencapai Rp3.461 triliun.
"Kita memenuhi 41% dengan dukungan internasional, dibutuhkan dana USD247,2 miliar kalau dirupiahkan Rp3.461 triliun hingga 2030. Tiap tahun harus resources Rp266,2 triliun per tahun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Gawat, Dunia Beresiko Mencapai Perubahan Iklim yang Lebih Cepat
Saat ini, APBN baru mengalokasikan sekitar Rp86,7 triliun atau 4,1% dari total belanja untuk menangani perubahan iklim ini. Menurut Sri Mulyani, angka ini masih jauh dibandingkan kebutuhan per tahun yang mencapai Rp266,2 triliun.
Adapun Indonesia telah berkomitmen dalam Nationally Determined Contributions (NDCs) untuk pengurangan emisi 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan Internasional. Untuk itu dibutuhkan dana mencapai Rp3.461 triliun.
"Kita memenuhi 41% dengan dukungan internasional, dibutuhkan dana USD247,2 miliar kalau dirupiahkan Rp3.461 triliun hingga 2030. Tiap tahun harus resources Rp266,2 triliun per tahun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Gawat, Dunia Beresiko Mencapai Perubahan Iklim yang Lebih Cepat
Saat ini, APBN baru mengalokasikan sekitar Rp86,7 triliun atau 4,1% dari total belanja untuk menangani perubahan iklim ini. Menurut Sri Mulyani, angka ini masih jauh dibandingkan kebutuhan per tahun yang mencapai Rp266,2 triliun.
Lihat Juga :