Pencairan Obligasi Garuda Senilai Rp1 Triliun Ludes buat Bayar Avtur
Jum'at, 11 Juni 2021 - 17:12 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Untuk memenuhi kewajibannya kepada PT Pertamina, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggunakan dana obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp1 triliun. Jumlah tersebut adalah sekian persen dari OWK dengan nilai penerbitan sebesar Rp8,5 triliun yang sudah dicairkan untuk membayar biaya bahan bakar avtur .
Baca juga: BPKH Jawab Tudingan Miring Soal Penggunaan Dana Haji
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti, menyebut jumlah OWK maksimal Rp8,5 triliun dan dengan jangka waktu maksimal 7 tahun. Emiten telah mencairkan sebesar Rp1 triliun sejak 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya.
"Perseroan telah mencairkan sebesar Rp1 triliun pada tanggal 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya bahan bakar kepada Pertamina," ujar Mitra dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (11/6/2021).
Manajemen Garuda Indonesia mencatat, untuk rencana pencairan selanjutnya, terdapat beberapa persyaratan yang ditetapkan pemerintah dan harus dipenuhi oleh emiten pelat merah tersebut.
Baca juga: BPKH Jawab Tudingan Miring Soal Penggunaan Dana Haji
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti, menyebut jumlah OWK maksimal Rp8,5 triliun dan dengan jangka waktu maksimal 7 tahun. Emiten telah mencairkan sebesar Rp1 triliun sejak 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya.
"Perseroan telah mencairkan sebesar Rp1 triliun pada tanggal 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya bahan bakar kepada Pertamina," ujar Mitra dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (11/6/2021).
Manajemen Garuda Indonesia mencatat, untuk rencana pencairan selanjutnya, terdapat beberapa persyaratan yang ditetapkan pemerintah dan harus dipenuhi oleh emiten pelat merah tersebut.
Lihat Juga :