BUMN Perlu Terus Dimaksimalkan untuk Beri Kontribusi bagi Negara
Senin, 14 Juni 2021 - 18:06 WIB
loading...
Sumbangsih BUMN bagi perekonomian nasional perlu ditingkatkan dengan memperkuat kinerja perusahaan-perusahaan milik negara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan usaha milik negara (BUMN) merupakan salah satu pelaku kegiatan ekonomi yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dalam masa pemulihan ekonomi akibat pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini, kontribusi BUMN perlu ditingkatkan kembali.
"Perusahaan-perusahaan milik negara di bawah Kementerian BUMN harus berusaha keras untuk dapat memaksimalkan dividen, sehingga upaya pemerintah yang telah menyuntikkan dana PMN sebesar Rp42,83 triliun tidak sia-sia," kata Pengacara M Arif Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6/2021).
Baca Juga: BUMN Diminta Setor Dividen Rp28,5 Triliun di 2022, Pengamat: Harusnya Lebih Besar
Menurut dia, banyak perusahaan-perusahaan milik negara yang harus ditelaah kembali, mengingat belum dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi negara. "Bahkan, negara harus memberikan stimulus hingga dana segar sebagai penyertaan modal baru," kata pengacara yang pernah menangani Kasus PT Krakatau Steel ini.
Menurut Arif, pemerintah perlu mencari jalan keluar untuk mendongkrak kinerja BUMN. Menurutnya, dalam hal ini BUMN perlu lebih bersinergi dengan beberapa kementerian. "Misalnya, baru-baru ini kita dengar Kementerian Pertahanan akan melakukan pembelian alutsista untuk pertahanan Indonesia. Momentum ini sebenarnya cukup baik apabila dimanfaatkan oleh BUMN," tuturnya.
"Perusahaan-perusahaan milik negara di bawah Kementerian BUMN harus berusaha keras untuk dapat memaksimalkan dividen, sehingga upaya pemerintah yang telah menyuntikkan dana PMN sebesar Rp42,83 triliun tidak sia-sia," kata Pengacara M Arif Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6/2021).
Baca Juga: BUMN Diminta Setor Dividen Rp28,5 Triliun di 2022, Pengamat: Harusnya Lebih Besar
Menurut dia, banyak perusahaan-perusahaan milik negara yang harus ditelaah kembali, mengingat belum dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi negara. "Bahkan, negara harus memberikan stimulus hingga dana segar sebagai penyertaan modal baru," kata pengacara yang pernah menangani Kasus PT Krakatau Steel ini.
Menurut Arif, pemerintah perlu mencari jalan keluar untuk mendongkrak kinerja BUMN. Menurutnya, dalam hal ini BUMN perlu lebih bersinergi dengan beberapa kementerian. "Misalnya, baru-baru ini kita dengar Kementerian Pertahanan akan melakukan pembelian alutsista untuk pertahanan Indonesia. Momentum ini sebenarnya cukup baik apabila dimanfaatkan oleh BUMN," tuturnya.
Lihat Juga :