Selain Bangun SUTT, PLN Sulawesi Juga Lakukan Transplantasi Terumbu Karang

loading...
Selain Bangun SUTT, PLN Sulawesi Juga Lakukan Transplantasi Terumbu Karang
PLN turut melestasikan lingkungan dengan melakukan transplantasi terumbu karang. FOTO/DOK PLN
KONAWE SELATAN - PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Kendari–Andoolo–Kasipute. Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan sistem kelistrikan Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana.

Transmisi yang terbentang sepanjang 264 kilometer sirkuit (kms) ini memiliki jumlah menara sebanyak 410 tower. Saat ini progres pembangunan jaringan tersebut telah mencapai 82% dan ditargetkan selesai pada semester pertama 2022.

Baca juga: Utang PLN Capai Ratusan Triliun, Faisal Basri: Tidak Dipakai Foya-Foya

“Secara keseluruhan progres pekerjaan SUTT 150 kV Kendari–Andoolo–Kasipute ini telah mencapai 82% dan Insya Allah jika tidak ada halangan sudah dapat beroperasi pada semester pertama tahun 2022,” ucap General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Defiar Anis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/06/2021).

Dia menambahkan, pihaknya memohon doa dan dukungan kepada seluruh stakeholder, baik dari pemerintahan, instansi, dan masyarakat untuk kelancaran pembangungan tersebut.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan SUTT 150 kV Kendari – Andoolo – Kasipute, akan meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Baca juga: Penasaran Kenapa PLN Bisa Utang Ratusan Triliun? Simak Penjelasan Pengamat Ini



Selain terus mengembangkan infrastruktur kelistrikan, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Konawe Selatan PLN juga berkomitmen turut menjaga lingkungan. Bersama PLN Peduli, perusahaan listrik pelat merah itu melakukan transplantasi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam porgram tersebut, PLN menggandeng Langkoe Diving Club Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (LDC-FPIK UHO) dengan memberikan bantuan senilai Rp94.250.000.

Defiar Anis berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dia pun mengajak masyarakat agar melestarikan terumbu karang.

"Dengan transplantasi terumbu karang, diharapkan kita turut menjaga ekosistem lingkungan laut yang lebih berkelanjutan serta hasil tangkapan ikan bagi masyarakat dapat juga meningkat,” tutur Anis.



Pembina LDC-FPIK UHO Sjamsu Alam menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan PLN dalam melestarikan terumbu karang di kawasan KKPD Kabupaten Konawe Selatan.

“Nantinya, bantuan yang diterima dari PLN akan digunakan di empat titik yang ada di dalam KKPD Kabupaten Konawe Selatan yaitu di perairan Desa Lasuai, Perairan Pulau Hari, Perairan Desa Labuan dan terakhir di Perairan Desa Labonte,” tutur Sjamsu Alam.
(ynt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top