Ari Kuncoro, Rektor UI: Bank Lokal Harus Go Global

Selasa, 15 Juni 2021 - 18:50 WIB
loading...
Ari Kuncoro, Rektor...
Rektor UI Ari Kuncoro/Foto/Setkab
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir tengah gencar-gencarnya menyiapkan BUMN untuk berkancah di tingkat global atau go global . Salah satu sektor bisnis BUMN yang terus didorong berekspansi ke luar negeri adalah perbankan lewat BNI. Dalam dua tahun ke depan, BNI berencana membuka sejumlah kantor cabang di manca-negara seperti di Amsterdam, Frankfurt, Sidney, Timur Tengah, Shanghai atau Beijing.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini BNI tercatat memiliki setidaknya delapan kantor cabang luar negeri, yang tersebar mulai dari New York hingga Osaka Jepang. Itu belum termasuk jaringan ATM-nya.

Di awal-awal ekspansi bisnis BUMN sektor perbankan mungkin masih dianggap “membingungkan”. Pasalnya, daya tarik industri perbankan dalam negeri bisa dibilang lebih menarik. Agustinus Prasetyantoko, ekonom Atmajaya, beberapa tahun yang lalu pernah berujar bahwa laba yang diraih perbankan Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN, bahkan juga dunia. Menurut Prasetyantoko, salah satu pendorong tingginya laba itu adalah tingkat net interest margin (NIM) perbankan nasional yang sangat tinggi.

Makanya, dulu sempat mencuat isu bahwa asas resiprokal perbankan yang diterapkan pemerintah Indonesia sebenarnya lebih ditujukan untuk menahan laju ekspansi bank asing masuk ke Tanah Air, ketimbang menuntut hak yang sama untuk berekspansi ke luar negeri. Bukan, apa-apa pasar industri perbankan di Indonesia masih terbilang besar, yang dilihat dari angka inklusi keuangan dan juga kebutuhan pendanaan.

Baca juga:Polri Temukan Profil Pembocor 279 Juta Data WNI di BPJS Kesehatan

Memang angka inklusi keuangan kita sudah mencapai 76,19%, namun belum tentu semua itu disumbang oleh perbankan. Kemajuan industri fintech yang sangat pesat turut menyumbangnya. Jadi peluang perbankan untuk melakukan penetrasi pasar masih terbilang besar. Dari sisi jumlah penyaluran kredit, data Bank Dunia memperlihatkan bahwa total kebutuhan kredit mencapai Rp1.649 triliun. Namun, kapasitas kredit baru sekitar Rp660 triliun sehingga masih ada gap sekitar Rp989 triliun.

Perlahan tapi pasti, terjadi perubahan pandangan akan pentingnya perbankan nasional berekpansi ke luar negeri. Bukan untuk menjaring nasabah atau menyalurkan kredit, tapi untuk yang lainnya.

“Jadi untuk membiayai supply chain produk dalam negeri di negara asing,” kata Ari Kuncoro, ekonom yang juga Rektor Universitas Indonesia, kepada Sindonews beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Danantara Sumberdaya...
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN Khusus Ekspor
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved