Benarkah Utang RI Masih Aman? Ini Jawaban Luhut
Kamis, 24 Juni 2021 - 20:09 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memembebrkan soal utang Indonesia mengalami peningkatan akibat pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa kondisi utang Indonesia masih dalam rasio batas yang aman. Saat ini rasio utang Indonesia sebesar 40 persen dari (Produk Domestik Bruto/PDB).
"Utang Indonesia masih sebesar 40 % dari PDB kita. Jadi kalau dibandingkan dengan yang lain lain kita jauh masih lebih rendah," kata Luhut dalam webinar dengan MNC Group, Kamis (24/6/2021).
Baca Juga: Rumah Sakit Penuh, Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat Covid
Ia menjelaskan, pademi Covid-19 membuat negara - negara di dunia naik utangnya. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang utangnya tidak membengkak. "Memang naik gara-gara Covid-19, tapi siapa di dunia ini yang utang tidak naik utangnya karena Covid-19 ini. Amerika Serikat sudah mencetak beberapa triliun dolar. Kita baru beberapa puluh miliar dolar untuk ini adalah," ujarnya.
Luhut menilai bahwa banyak kalangan yang melihat utang pemerintah saat ini dari satu angel saja. Mereka, kata Luhut, tidak melihat dari sisi yang lainnya. "Jadi saya lihat kadang - kadang di masyarakat kita yang menamakan di ahli - ahli kadang kadang ngomong dari satu angle saja, tidak melihat dari angle lainnya," terangnya.
"Utang Indonesia masih sebesar 40 % dari PDB kita. Jadi kalau dibandingkan dengan yang lain lain kita jauh masih lebih rendah," kata Luhut dalam webinar dengan MNC Group, Kamis (24/6/2021).
Baca Juga: Rumah Sakit Penuh, Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat Covid
Ia menjelaskan, pademi Covid-19 membuat negara - negara di dunia naik utangnya. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang utangnya tidak membengkak. "Memang naik gara-gara Covid-19, tapi siapa di dunia ini yang utang tidak naik utangnya karena Covid-19 ini. Amerika Serikat sudah mencetak beberapa triliun dolar. Kita baru beberapa puluh miliar dolar untuk ini adalah," ujarnya.
Luhut menilai bahwa banyak kalangan yang melihat utang pemerintah saat ini dari satu angel saja. Mereka, kata Luhut, tidak melihat dari sisi yang lainnya. "Jadi saya lihat kadang - kadang di masyarakat kita yang menamakan di ahli - ahli kadang kadang ngomong dari satu angle saja, tidak melihat dari angle lainnya," terangnya.
Lihat Juga :