Kalah Dari Negara Non Muslim, Wapres Ungkap Upaya Dorong Ekonomi Syariah RI

Minggu, 04 Juli 2021 - 19:39 WIB
loading...
Kalah Dari Negara Non...
Wakil Presiden Maruf Amin. Foto/Dok SINDOphoto/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Mulai dari sisi supply Indonesia mempunyai sumber daya untuk pengembangan ekonomi syariah.

“Sementara dari sisi demand kita adalah pasar potensial terhadap ekonomi syariah baik di sektor keuangan, produk dan makanan halal, fesyen Muslim, Dana Sosial Islam, usaha atau bisnis syariah, dan sebagainya,” ungkapnya, Minggu (4/7/2021).

Namun begitu dia mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain, bahkan dengan negara-negara non muslim sekalipun. “Namun harus diakui bahwa kita masih tertinggal dalam hal ini, tidak hanya dari negara-negara Muslim tapi juga dari negara non Muslim, seperti Thailand dan Brazil dalam ekspor produk halal, serta Inggris yang lebih maju dalam pengembangan keuangan syariah,” ujarnya.

Baca juga: Didukung Kearifan Lokal, RI Bisa Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Dia mengatakan pemerintah berkeinginan mempercepat peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah di dalam perekonomian nasional melalui empat fokus.

Diantaranya pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah. “Melalui empat fokus ini diharapkan ekonomi dan keuangan syariah akan semakin maju,” ucapnya.

Lebih lanjut Maruf menyebutkan bahwa pemerintah dalam satu tahun ini telah melakukan beberapalangkah nyata untuk membangkitkan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya pengembangan aspek kelembagaan dengan memperluas lingkup kerja KNKS menjadi KNEKS.

Kemudian dengan menggabungkan tiga bank Syariah milik pemerintah (BUMN), yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BNI Syariah (BNIS), dan Bank BRI Syariah (BRIS) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui penggabungan ini, diharapkan menjadi lokomotif sektor keuangan syariah di tanah air.

Lalu pada bidang pembiayaan, berbagai instrumen keuangan syariah juga telah diupayakan oleh pemerintah. Salah satunya adalah peluncuran surat berharga syariah atau sukuk, pengembangan filantropi Islam melalui Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), dan hadirnya sejumlah aplikasi serta kanal-kanal keuangan syariah secara digital di marketplace.

Baca juga: Wapres Minta Jabatan Eselon PNS di Daerah Segera Dipangkas

Sementara di sektor riil, pemerintah juga terus berupaya mengembangkan rantai nilai produk halal atau halal value chain. Diantaranya dengan mendirikan Kawasan Industri Halal (KIH).

“Saat ini telah ditetapkan tiga KIH yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang (Banten), Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo (Jawa Timur), dan Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan (Kepri). Sementara tiga KIH lainnya tengah disiapkan yaitu di Kawasan Industri Batamindo di Batam, di Kawasan Industri Jakarta Pulogadung, dan di Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah,” bebernya.

“Melalui pembentukan KIH diharapkan akan tercipta ekosistem produk halal dalam satu kawasan. Selain membangun KIH, yang juga menjadi tantangan bagi kita adalah mengisi kawasan industri halal dan menarik pelaku usaha termasuk UMKM menjadi bagian dari ekosistem KIH,” lanjutnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Mengulik Penyebab Ekonomi...
Mengulik Penyebab Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia
GP Ansor Siap Jadi Motor...
GP Ansor Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan UMKM
Purbaya Ungkap Isi Pertemuan...
Purbaya Ungkap Isi Pertemuan dengan Wapres: Menyuarakan Keresahan Pemimpin Daerah Soal TKD
Perkuat Ekosistem Keuangan...
Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Indonesia, Askrindo Syariah Gandeng Mitra Strategis
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Rekomendasi
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Berita Terkini
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
Infografis
Inilah Negara Non-Muslim...
Inilah Negara Non-Muslim Ini Paling Maju Perbankan Syariahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved