Selama PPKM Darurat Bisnis Ritel Pangan Tergerus hingga 60%
Minggu, 11 Juli 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya mengatakan untuk bisnis ritel terbagi menjadi dua, yaitu sektor pangan dan non pangan. Untuk sektor pangan mencakup kebutuhan makanan dan minuman seperti yang ada supermarket dan gerai swalayan yang mencapai 50% hingga 60%.
Baca juga:Mirip Jas Hujan, Koleksi Jaket Terbaru Balenciaga Jadi Tertawaan Netizen Indonesia
"Tentu, itu juga yang datang membelinya terbatas, hanya kebutuhan pokok saja. Tidak ada kebutuhan lain yang dibeli, istilahnya impulsif buying mereka hanya datang untuk beli kebutuhan pangan pokok saja," paparnya.
Dirinya menjelaskan kebutuhan pokok yang dibeli mulai dari sembako, sayur-sayuran, daging,susu dan langsung membayar ke kasir. Kegiatan itu bisa disimpulkan bahwa pembelanjaan jauh lebih rendah dibanding masa sebelum PPKM.
Baca juga:Mirip Jas Hujan, Koleksi Jaket Terbaru Balenciaga Jadi Tertawaan Netizen Indonesia
"Tentu, itu juga yang datang membelinya terbatas, hanya kebutuhan pokok saja. Tidak ada kebutuhan lain yang dibeli, istilahnya impulsif buying mereka hanya datang untuk beli kebutuhan pangan pokok saja," paparnya.
Dirinya menjelaskan kebutuhan pokok yang dibeli mulai dari sembako, sayur-sayuran, daging,susu dan langsung membayar ke kasir. Kegiatan itu bisa disimpulkan bahwa pembelanjaan jauh lebih rendah dibanding masa sebelum PPKM.
(uka)
Lihat Juga :