LSM di Indonesia Harus Transparan Soal Sumber Dana

Senin, 12 Juli 2021 - 19:16 WIB
loading...
LSM di Indonesia Harus...
LSM dituntut transparan soal sumber dana dan donatur mereka.
A A A
JAKARTA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang beroperasi di Indonesia harus patuh mengikuti peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Karena itu, LSM dituntut transparan soal sumber dana dan donatur mereka.

Hal ini sejalan dengan keputusan Komisi Informasi Publik (KIP) yang meminta Greenpeace Indonesia untuk melakukan keterbukaan informasi (transparansi) terkait sumber dana dari masyarakat dalam dan luar negeri, perjanjian dengan pihak donor serta sejumlah informasi lain.

(Baca juga:Dialog dengan Bupati Diganggu, Ratusan Kades Bentrok Lawan Anggota LSM)

Guru Besar IPB Prof Budi Mulyanto menilai, sebagai LSM yang beroperasi di Indonesia, Greenpeace Indonesia harus patuh mengikuti peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. “Hal ini karena keputusan KIP merupakan produk hukum yang harus dipatuhi untuk dilaksanakan,” kata Budi Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/7).

Melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai dengan undang-undang, kata Budi Mulyanto, akan berdampak positif bagi Greenpeace itu sendiri dan mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust).

(Baca juga:Viral! Anggota LSM Minta Jatah Rp300 Ribu ke Penjual Gas di Tangerang)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyebaran Wabah Flu...
Penyebaran Wabah Flu Burung, Koalisi NGO Desak Penghentian Peternakan Pabrik
UMKM Termasuk Penerima...
UMKM Termasuk Penerima Manfaat, Laznas MAI Beberkan Capaian Pengelolaan Dana Zakat 2023
Astra Agro Publikasi...
Astra Agro Publikasi Laporan Independen Sebagai Respons dari Tuduhan Masyarakat Sipil
Perbedaan Bansos KJP,...
Perbedaan Bansos KJP, KJMU, dan KIP, Simak Penjelasannya
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
World Bank Didesak Hentikan...
World Bank Didesak Hentikan Danai Rp140 Triliun untuk Peternakan Intensif
Rawan Ganggu Stabilitas...
Rawan Ganggu Stabilitas Nasional, Penegak Hukum Diminta Audit Aliran Dana Asing ke LSM
Rekomendasi
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
BINUS Career Bekali...
BINUS Career Bekali Mahasiswa dan Alumni Strategi Hadapi Dunia Kerja yang Kian Kompetitif
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved