Pelayaran Tamarin Samudra Incar Pendapatan USD13,45 Juta
Kamis, 15 Juli 2021 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Kardja juga mengatakan, pada tahun 2020, dari lima kapal yang dimiliki oleh perseroan, sebanyak 3 kapal beroperasi di lapangan. Kapal AWB Petroleum Winners yang telah mendapatkan kontrak di bulan Desember 2019 namun belum efektif On-Hire sampai saat ini. Diharapkan dapat bekerja diakhir Juli 2021 untuk masa 4 tahun.
“Kontrak Kapal AHTS Petroleum Pioneer tidak lagi diperpanjang sejak tanggal 3 Maret 2021 oleh Petronas Carigali. Sedangkan kontrak Kapal AWB Petroleum Superior tidak diperpanjang, berdasarkan Redelivery Certificate dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) tanggal 14 Maret 2021,” beber dia.
Baca Juga : Ekspor Impor Terhambat, INSA Keluhkan Gangguan Sistem Bea Cukai
Adapun kapal AWB Petroleum Excelsior dengan kondisi kontrak berakhir pada 17 Mei 2022, lalu Kapal AHTS Petroleum Pioneer dengan kondisi kontrak berakhir pada Juli 2021. Serta Kapal AWB Petroleum Superior dengan kondisi kontrak berakhir pada 14 Maret 2021.
Sebagai catatan, TAMU mencatatkan pendapatan usaha sekitar USD15,22 juta di 2020. Jumlah tersebut turun 2% dibandingkan dengan perolehan tahun 2019 yang sebesar USD 15,54 juta. Perseroan juga masih menanggung rugi komprehensif di angka USD926,221.
“Kontrak Kapal AHTS Petroleum Pioneer tidak lagi diperpanjang sejak tanggal 3 Maret 2021 oleh Petronas Carigali. Sedangkan kontrak Kapal AWB Petroleum Superior tidak diperpanjang, berdasarkan Redelivery Certificate dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) tanggal 14 Maret 2021,” beber dia.
Baca Juga : Ekspor Impor Terhambat, INSA Keluhkan Gangguan Sistem Bea Cukai
Adapun kapal AWB Petroleum Excelsior dengan kondisi kontrak berakhir pada 17 Mei 2022, lalu Kapal AHTS Petroleum Pioneer dengan kondisi kontrak berakhir pada Juli 2021. Serta Kapal AWB Petroleum Superior dengan kondisi kontrak berakhir pada 14 Maret 2021.
Sebagai catatan, TAMU mencatatkan pendapatan usaha sekitar USD15,22 juta di 2020. Jumlah tersebut turun 2% dibandingkan dengan perolehan tahun 2019 yang sebesar USD 15,54 juta. Perseroan juga masih menanggung rugi komprehensif di angka USD926,221.
(dar)
Lihat Juga :