Pelayaran Tamarin Samudra Incar Pendapatan USD13,45 Juta

loading...
Pelayaran Tamarin Samudra Incar Pendapatan USD13,45 Juta
Ilustrasi/Foto:SINDOnews/Yorri Farli
JAKARTA - PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) sepanjang tahun ini mengincar pendapatan usaha sebesar USD13,45 juta. Hingga kuartal I/2021 emiten pelayaran tersebut telah membukukan pendapatan usaha sebesar USD3,7 juta.

Direktur Utama TAMU Kardja Rahardjo menjelaskan target pendapatan usaha tersebut diperoleh dari sejumlah perolehan kontrak. Meski demikian, menurutnya industri jasa layanan minyak lepas pantai mempunyai korelasi positif dengan harga minyak.

Baca Juga : Pertamina Bantu Pasok Oksigen Medis, Legislator: Penanganan Pandemi Harus Gotong Royong

“Harga minyak pernah berada di level negative pada April 2020, harga saat ini berkisar USD 72/bbl, bahkan sebagian analyst memperkirakan harga minyak dapat berada diatas USD100/bbl,” kata Kardja dalam paparan publik persoan di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Pada 13 Januari 2020, perseroan telah ditunjuk oleh Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati, sebagai pemenang Pekerjaan Labuh FSO Cinta Natomas Periode 2 tahun dengan nilai kontrak sebesar Rp24,775 miliar, dengan jangka waktu Perjanjian selama 780 Hari Kalender.



Sedangkan pada 13 Juli 2020 silam, emiten berkode TAMU ini telah ditunjuk sebagai pemenang oleh Pertamina EP Asset 4 Field Poleng, untuk Pekerjaan Sewa Jasa AWB beserta Operasional lainnya dengan nilai kontrak sebesar Rp49,3 miliar, dengan jangka waktu Perjanjian selama 770 Hari Kalender.

Kardja juga mengatakan, pada tahun 2020, dari lima kapal yang dimiliki oleh perseroan, sebanyak 3 kapal beroperasi di lapangan. Kapal AWB Petroleum Winners yang telah mendapatkan kontrak di bulan Desember 2019 namun belum efektif On-Hire sampai saat ini. Diharapkan dapat bekerja diakhir Juli 2021 untuk masa 4 tahun.

“Kontrak Kapal AHTS Petroleum Pioneer tidak lagi diperpanjang sejak tanggal 3 Maret 2021 oleh Petronas Carigali. Sedangkan kontrak Kapal AWB Petroleum Superior tidak diperpanjang, berdasarkan Redelivery Certificate dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) tanggal 14 Maret 2021,” beber dia.

Baca Juga : Ekspor Impor Terhambat, INSA Keluhkan Gangguan Sistem Bea Cukai

Adapun kapal AWB Petroleum Excelsior dengan kondisi kontrak berakhir pada 17 Mei 2022, lalu Kapal AHTS Petroleum Pioneer dengan kondisi kontrak berakhir pada Juli 2021. Serta Kapal AWB Petroleum Superior dengan kondisi kontrak berakhir pada 14 Maret 2021.

Sebagai catatan, TAMU mencatatkan pendapatan usaha sekitar USD15,22 juta di 2020. Jumlah tersebut turun 2% dibandingkan dengan perolehan tahun 2019 yang sebesar USD 15,54 juta. Perseroan juga masih menanggung rugi komprehensif di angka USD926,221.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top