Kementan Latih 100 Petani Milenial untuk Magang di Korea Selatan
Jum'at, 23 Juli 2021 - 06:55 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Dukung Produktivitas Pertanian, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh)
“Pelopor pembangunan pertanian adalah petani milenial, sehingga ke depan, pertanian bukan sekadar tanam, petik lalu jual,” kata Dedi Nursyamsi dalam pengarahannya saat membuka 'Pelatihan dan Pembekalan Calon Peserta Pelatihan/Magang Korea' sebagai bagian dari program program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dedi Nursyamsi mengingatkan pertanian bukan hanya di sawah dan ladang (on farm) tapi juga off farm, maka sebelum kegiatan tanam, petani wajib menyiapkan modal untuk mendukung kegiatan olah hasil panen.
(Baca juga:Kementan Tingkatkan Kompetensi Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian)
Menurutnya, untuk modal pertanian maka Kementan telah menjalin kerja sama dengan perbankan, yang menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pertanian. Bunganya hanya 6% dan tanpa agunan, untuk pinjaman di bawah Rp50 juta.
“Pelopor pembangunan pertanian adalah petani milenial, sehingga ke depan, pertanian bukan sekadar tanam, petik lalu jual,” kata Dedi Nursyamsi dalam pengarahannya saat membuka 'Pelatihan dan Pembekalan Calon Peserta Pelatihan/Magang Korea' sebagai bagian dari program program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dedi Nursyamsi mengingatkan pertanian bukan hanya di sawah dan ladang (on farm) tapi juga off farm, maka sebelum kegiatan tanam, petani wajib menyiapkan modal untuk mendukung kegiatan olah hasil panen.
(Baca juga:Kementan Tingkatkan Kompetensi Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian)
Menurutnya, untuk modal pertanian maka Kementan telah menjalin kerja sama dengan perbankan, yang menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pertanian. Bunganya hanya 6% dan tanpa agunan, untuk pinjaman di bawah Rp50 juta.
Lihat Juga :