Pengakuan Elon Musk Bikin Harga Aset Kripto Ethereum Melesat 12% dalam Sehari

loading...
Pengakuan Elon Musk Bikin Harga Aset Kripto Ethereum Melesat 12% dalam Sehari
CEO Tesla dan Space X, Elon Musk mengungkapkan bahwa dia memiliki Ethereum secara pribadi. Karena selama orang-orang hanya mengira bahwa dia hanya berinvestasi di Bitcoin dan Dogecoin (DOGE). Foto/Dok
JAKARTA - CEO Tesla dan Space X, Elon Musk mengungkapkan bahwa dia memiliki Ethereum secara pribadi. Karena selama orang-orang hanya mengira bahwa dia hanya berinvestasi di Bitcoin dan Dogecoin (DOGE). Pernyataan tersebut membuat harga Ethereum naik sekitar 12% dalam satu hari.

Elon Musk menyatakan, hal itu di The B Word Conference, Rabu (21 Juli 2021) waktu setempat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Crypto Council for Innovation. Ada beberapa pembicara lainya, salah satunya adalah CEO Twitter dan Square Inc. Jack Dorsey.

Baca Juga: Kepastian Hukum Aset Kripto di Indonesia, Simak 4 Aturan Bappebti

Menanggapi hal ini, CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, Elon Musk selama ini dikenal memiliki DOGE dan hanya Bitcoin. Namun dalam acara itu, terungkap bahwa Elon Musk memiliki Ethereum secara pribadi.



“Karena perkataannya itu, harga Ethereum naik 12% dalam satu hari. Tidak hanya Ethereum, bahkan Bitcoin dan DOGE juga tercatat naik sekitar 10% dan 20% di waktu yang sama,” kata Oscar Darmawan di Jakarta.

Tidak hanya soal kepemilikan Ethereum secara pribadi, Elon Musk juga telah mengungkapkan bahwa perusahaan miliknya Space X juga telah memiliki Bitcoin. Meski dia belum menyebutkan secara pasti beberapa totalnya.

“Kabar Ini menambah daftar perusahaan atau konglomerat yang telah berinvestasi di Bitcoin,” kata Oscar Darmawan.

Sementara itu, dalam konferensi tersebut Elon membantah bahwa dia tidak pernah pump and dump harga aset kripto. Dia mengakui dia harus pump harga aset kripto saat harga turun, karena kehilangan banyak uang. Tetapi, Elon menyatakan tidak pernah menjual aset kripto yang dia miliki.

Elon Musk juga kembali menyatakan bahwa Tesla akan menerima pembayaran Bitcoin jika Bitcoin mampu menggunakan 50% energi terbarukan. Oscar Darmawan menambahkan, bahwa hal ini bukanlah hal yang mustahil dan akan segera terjadi.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top