Skenario BRIsyariah Jalankan New Normal
Kamis, 28 Mei 2020 - 08:28 WIB
loading...
BRIsyariah sebagai lembaga jasa keuangan syariah menyatakan sudah mempersiapkan skenario penerapan the new normal di area operasionalnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sehubungan dengan rencana Pemerintah memperkenalkan the new normal, BRIsyariah terus menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah. BRIsyariah sebagai lembaga jasa keuangan syariah menyatakan sudah mempersiapkan skenario penerapan the new normal di area operasionalnya.
Skenario tersebut antara lain pemberlakuan protokol pencegahan di seluruh kantor BRIsyariah, penyesuaian jam operasional dan layanan serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang kinerja.
Direktur Operasional BRIsyariah Fahmi Subandi mengatakan, hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang pencegahan penularan corona virus disease (Covid-19) di tempat kerja sektor jasa dan perdagangan (area publik) BRIsyariah mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker.
Lalu melakukan pembatasan jarak fisik minimal 1 meter, melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan nasabah, mencegah kerumunan nasabah, memonitor kesehatan karyawan dan memastikan pekerja yang bertugas di kantor dalam kondisi sehat.
"Selain itu kami menyiapkan fasilitas membersihkan tangan di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Kami memastikan semua protokol pencegahan dijalankan dengan patuh,” ujar Subandi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Skenario tersebut antara lain pemberlakuan protokol pencegahan di seluruh kantor BRIsyariah, penyesuaian jam operasional dan layanan serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang kinerja.
Direktur Operasional BRIsyariah Fahmi Subandi mengatakan, hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang pencegahan penularan corona virus disease (Covid-19) di tempat kerja sektor jasa dan perdagangan (area publik) BRIsyariah mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker.
Lalu melakukan pembatasan jarak fisik minimal 1 meter, melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan nasabah, mencegah kerumunan nasabah, memonitor kesehatan karyawan dan memastikan pekerja yang bertugas di kantor dalam kondisi sehat.
"Selain itu kami menyiapkan fasilitas membersihkan tangan di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Kami memastikan semua protokol pencegahan dijalankan dengan patuh,” ujar Subandi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Lihat Juga :