Pengembangan Panas Bumi, Hemat Devisa dan Tambah Pendapatan Negara
Minggu, 25 Juli 2021 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Statistik PLN 2020, saat ini kapasitas terpasang PLTD di Indonesia sebesar 5.407,04 MW. PLTD tersebut terdistribusi di wilayah Luar Jawa 4.926,73 MW dan di wilayah Jawa 480,31 MW. Berdasarkan sejumlah referensi, lanjut dia, untuk membangkitkan 1 MW PLTD memerlukan sekitar 47,30 barel BBM per hari. "Karena itu, dengan kapasitas 5.407,04 MW, Indonesia memerlukan sekitar 93,34 juta barel BBM per tahun yang digunakan untuk memproduksikan listrik dari PLTD," ujarnya.
Mengacu pada harga minyak mentah saat ini yang berada pada kisaran USD70 per barel, serta jika seluruh BBM untuk kebutuhan itu harus diimpor, maka kebutuhan devisa impor migas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM untuk PLTD di Indonesia adalah lebih dari USD6,53 miliar setiap tahunnya.
Berdasarkan Statistik PLN 2020, saat ini terdapat 1.386,27 MW PLTD yang dikelola PLN tersebar di wilayah yang juga telah terdapat PLTP yang sudah beroperasi. Jika PLN mensubstitusi produksi listrik dari PLTD tersebut dengan menggunakan PLTP, maka negara akan mendapatkan penghematan devisa impor migas lebih dari USD1,67 miliar untuk setiap tahunnya.
"Dengan capacity factor yang lebih besar, PLTP dapat menghasilkan tenaga listrik yang lebih besar dibandingkan PLTD. Berdasarkan Statistik PLN 2020, dengan kapasitas terpasang pembangkit yang sama, PLTP dapat memproduksikan tenaga
listrik sekitar 7 kali lebih besar dibandingkan tenaga listrik yang dapat diproduksikan oleh PLTD," lanjut Komaidi.
Berdasarkan sejumlah referensi, capacity factor PLTP sekitar 70-76%, tertinggi dibandingkan semua jenis pembangkit baik yang berbasis fosil maupun berbasis EBT. Capacity factor PLTP tercatat hanya kalah dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang memiliki capacity factor sekitar 87-94%.
Mengacu pada harga minyak mentah saat ini yang berada pada kisaran USD70 per barel, serta jika seluruh BBM untuk kebutuhan itu harus diimpor, maka kebutuhan devisa impor migas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM untuk PLTD di Indonesia adalah lebih dari USD6,53 miliar setiap tahunnya.
Berdasarkan Statistik PLN 2020, saat ini terdapat 1.386,27 MW PLTD yang dikelola PLN tersebar di wilayah yang juga telah terdapat PLTP yang sudah beroperasi. Jika PLN mensubstitusi produksi listrik dari PLTD tersebut dengan menggunakan PLTP, maka negara akan mendapatkan penghematan devisa impor migas lebih dari USD1,67 miliar untuk setiap tahunnya.
"Dengan capacity factor yang lebih besar, PLTP dapat menghasilkan tenaga listrik yang lebih besar dibandingkan PLTD. Berdasarkan Statistik PLN 2020, dengan kapasitas terpasang pembangkit yang sama, PLTP dapat memproduksikan tenaga
listrik sekitar 7 kali lebih besar dibandingkan tenaga listrik yang dapat diproduksikan oleh PLTD," lanjut Komaidi.
Berdasarkan sejumlah referensi, capacity factor PLTP sekitar 70-76%, tertinggi dibandingkan semua jenis pembangkit baik yang berbasis fosil maupun berbasis EBT. Capacity factor PLTP tercatat hanya kalah dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang memiliki capacity factor sekitar 87-94%.
Lihat Juga :