Tak Kenal Pandemi, Produsen Barang-barang Sultan LMVH Raup Rp474,6 T di Semester I/2021
Selasa, 27 Juli 2021 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Flavio Cereda, yang menjalankan penelitian ekuitas merek mewah untuk Jefferies di London, mengatakan bahwa strategi pascapandemi LVMH adalah untuk tumbuh dan mendapatkan sebanyak mungkin "dompet" konsumen barang mewah dan fashion.
Baca Juga: Koleksi Louis Vuitton 2022 Terinspirasi Perjalanan Ruang Angkasa
"Saya pikir pangsa pasar global mereka telah berubah dari 11-12% sebelum pandemi menjadi mungkin 15-16% hari ini. Strateginya di sini adalah penguasaan pasar. Ini adalah penguasaan pasar yang sangat agresif di banyak kategori di seluruh divisi," tuturnya.
Analis Jefferies Cereda mengatakan, bahwa kesepakatan itu lebih tentang merajut bagian-bagian yang berbeda dari LVMH melalui salah satu nama baru yang paling menarik dan berpengaruh dalam mode.
"Off-White dengan uang LVMH di belakangnya bisa (segera memiliki) 300 toko – tidak sulit jika Anda memiliki LVMH di belakang Anda, (tetapi) merek itu sendiri kecil dalam konteks LVMH," katanya.
Baca Juga: Koleksi Louis Vuitton 2022 Terinspirasi Perjalanan Ruang Angkasa
"Saya pikir pangsa pasar global mereka telah berubah dari 11-12% sebelum pandemi menjadi mungkin 15-16% hari ini. Strateginya di sini adalah penguasaan pasar. Ini adalah penguasaan pasar yang sangat agresif di banyak kategori di seluruh divisi," tuturnya.
Analis Jefferies Cereda mengatakan, bahwa kesepakatan itu lebih tentang merajut bagian-bagian yang berbeda dari LVMH melalui salah satu nama baru yang paling menarik dan berpengaruh dalam mode.
"Off-White dengan uang LVMH di belakangnya bisa (segera memiliki) 300 toko – tidak sulit jika Anda memiliki LVMH di belakang Anda, (tetapi) merek itu sendiri kecil dalam konteks LVMH," katanya.
(fai)
Lihat Juga :