Awal Pekan, IHSG Diprediksi Melemah

loading...
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Melemah
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Senin (2/8/2021). Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.008-6.096.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG pulled back upper bollinger bands dan membentuk double top jangka pendek dengan level resistance sekitar 6.160. Momentum bearish tersignal pada indikator RSI dan Stochastic menjadi salah satu tekanan Investor untuk melakukan aksi jual diakhir bulan. Kondisi Indikator MACD sedikit berada pada area overvalue dengan divergence negatif pada histogram.

Baca juga:Sparator Ditabrak Truk, Halte Pancoran Barat Tak Layani Penumpang

"Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi pada perdagangan selanjutnya menguji support moving average 20 hari yang berada dilevel 6.057 hingga support psikologis 6.000 pada skenario bearish lanjutan. Support resistance IHSG diperkirakan pada rentang 6.008-6.096," ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (2/8/2021).



Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antarnya; ASII, ADRO, BSDE, ICBP, MAIN, TINS, SMRA.

Sementara itu, bursa Asia berpotensi bergerak stabil di awal bulan Agustus 2021 karena investor menimbang pengetatan peraturan China atas berbagai industri dan terbukanya kembali kekhawatiran pada dampak gelombang Covid-19 varian delta.

Baca juga:AS dan Inggris Dukung Israel Merespons Iran atas Serangan Kapal Mercer Street

Indeks Future di Jepang dan Austarlia naik sedangkan di Hong Kong turun. Pada bulan Juli 2021 lalu ekuitas global mengalami kenaikan beruntun terpanjang sejak tahun 2018 meskipun dengan laku kenaikan terlambat sejak enam bulan terakhir karena implikasi dari tindakan China dan kekhawatiran prospek ekonomi dengan faktor inflasi yang tinggi dan gelombang lanjutan Covid-19.

Awal bulan akan datang data indeks kinerja manufaktur dari China, Jepang, dan Indonesia yang diperkirakan melambat pada bulan Juli 2021. Selanjutnya investor juga akan menanti data tingkat inflasi di Indonesia dengan ekspektasi melambat menjadi 1,3% di bulan Juli 2021 dari 1,33%. Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak tertahan menanti data indeks kinerja manufaktur dan inflasi bulan Juli 2021 yang diperkirakan lebih lambat dari sebelumnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top