Greysia Polii: Pak Erick Thohir Selalu Bilang ke Saya Agar Jangan Menyerah
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:00 WIB
loading...
Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020. FOTO/REUTERS/Leonhard Foeger
A
A
A
JAKARTA - Wajah sumringah terlihat di wajah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ketika menyapa pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, yang berhasil meraih mendali emas di Olimpiade Tokyo 2020 . Dalam tayangan sebuah video, Menteri BUMN mengungkapan rasa senangnya karena kedua pasangan tim bulu tangkis itu mampu lenajutkan tradisi emas dalam Olimpiade.
"Halo Greysia, saya terharu dari perjuangan tahun 2021 pada grand final. Kalian mampu melawati tatangan," kata Menteri BUMN Erick Thohir seperti yang dikutip, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Mendunia! Aksi Greysia Polii Ganti Raket saat Poin Kritis Disorot Media Manca Negara
Sementara, Greysia dan Apriyani terlihat begitu senang dan menujukan mendali emas itu kepada Menteri BUMN. Ternyata, Erick Thohir punya andil dalam hal ini. Selama ini Erick yang selalu menyemangati Greysia Polii ketika gagal di sebuah turnamen. Terlebih, Erick merupakan chef de mission Tim Indonesia di London, dimana Greysia juga ikut di Olimpiade London, namun gagal mendapakan emas. "Makasih pak, bapak yang selalu bilang sama saya jangan menyerah," ujar Greysia Polii kepada Erick Thohir.
Greysia juga mengungkit kenangannya ketika Erick yang selalu menyemangati dirinya ketika gagal menoreh prestasi. "Bapak waktu 2012 selalu bilang sama saya, maju untuk 2016. Ketika 2016, waktu itu bapak juga yang bilang sama saya 'jangan berhenti dulu Greys, 2020 masih ada," kata Greys.
Erick pun langsung menyanbut dengan bertepuk tangan dengan senyum mengembang ketika Greysia mengungkapkan itu. "Dan ini pak hadiahnya buat bapak," ujar Greysia sambil mengangkat medali emasnya.
Erick pun lantas menyela dan memuji permainan Greys selama bertanding dan berhasil mengalahkan lawannya dari negeri Tirai Bambu. "Luar biasa permainnya. Top. Top. Selamat. Sampai ketemu di Jakarta. Nanti kita kasih hadiah," ujar Erick Thohir.
Greysia-Apriyani meraih mahkota juara ajang paling bergengsi sejagad itu setelah mengalahkan pasangan China Chen Qing Chen lewat kemenangan straight game 21-19, 21-15 di lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.
Greysia-Apriyani bukan hanya menjadi penyumbang medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo, tetapi juga mencetak sejarah baru bagi dunia bulu tangkis di tanah air sebagai ganda putri pertama yang meraih emas di Olimpiade.
Perjalanan Greysia Polii
Wanita kelahiran Jakarta pada 11 Agustus 1987 ternyata merupakan anak dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Greysia yang akrab disapa Greys itu tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia dua tahun. Greys kemudian pindah ke Manado dan menghabiskan masa kecilnya di sana.
Di Manado Grey ternyata mulai tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari sang kakak, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet ganda putri bulu tangkis Indonesia. Bakat bulu tangkis Greysia mulai terlihat ketika ia berusia enam tahun. Pada 1995, Greys beserta dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik. Greysia pun bergabung dengan klub bulu tangkis PB Jaya Raya Jakarta.
Seiring dengan bakatnya yang terus berkembang, Greys akhirnya bergabung dengan tim nasional Indonesia pada 2003 sebagai pemain ganda putri, dan memulai debutnya bersama Jo Novita di Piala Uber 2004.
"Halo Greysia, saya terharu dari perjuangan tahun 2021 pada grand final. Kalian mampu melawati tatangan," kata Menteri BUMN Erick Thohir seperti yang dikutip, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Mendunia! Aksi Greysia Polii Ganti Raket saat Poin Kritis Disorot Media Manca Negara
Sementara, Greysia dan Apriyani terlihat begitu senang dan menujukan mendali emas itu kepada Menteri BUMN. Ternyata, Erick Thohir punya andil dalam hal ini. Selama ini Erick yang selalu menyemangati Greysia Polii ketika gagal di sebuah turnamen. Terlebih, Erick merupakan chef de mission Tim Indonesia di London, dimana Greysia juga ikut di Olimpiade London, namun gagal mendapakan emas. "Makasih pak, bapak yang selalu bilang sama saya jangan menyerah," ujar Greysia Polii kepada Erick Thohir.
Greysia juga mengungkit kenangannya ketika Erick yang selalu menyemangati dirinya ketika gagal menoreh prestasi. "Bapak waktu 2012 selalu bilang sama saya, maju untuk 2016. Ketika 2016, waktu itu bapak juga yang bilang sama saya 'jangan berhenti dulu Greys, 2020 masih ada," kata Greys.
Erick pun langsung menyanbut dengan bertepuk tangan dengan senyum mengembang ketika Greysia mengungkapkan itu. "Dan ini pak hadiahnya buat bapak," ujar Greysia sambil mengangkat medali emasnya.
Erick pun lantas menyela dan memuji permainan Greys selama bertanding dan berhasil mengalahkan lawannya dari negeri Tirai Bambu. "Luar biasa permainnya. Top. Top. Selamat. Sampai ketemu di Jakarta. Nanti kita kasih hadiah," ujar Erick Thohir.
Greysia-Apriyani meraih mahkota juara ajang paling bergengsi sejagad itu setelah mengalahkan pasangan China Chen Qing Chen lewat kemenangan straight game 21-19, 21-15 di lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.
Greysia-Apriyani bukan hanya menjadi penyumbang medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo, tetapi juga mencetak sejarah baru bagi dunia bulu tangkis di tanah air sebagai ganda putri pertama yang meraih emas di Olimpiade.
Perjalanan Greysia Polii
Wanita kelahiran Jakarta pada 11 Agustus 1987 ternyata merupakan anak dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Greysia yang akrab disapa Greys itu tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia dua tahun. Greys kemudian pindah ke Manado dan menghabiskan masa kecilnya di sana.
Di Manado Grey ternyata mulai tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari sang kakak, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet ganda putri bulu tangkis Indonesia. Bakat bulu tangkis Greysia mulai terlihat ketika ia berusia enam tahun. Pada 1995, Greys beserta dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik. Greysia pun bergabung dengan klub bulu tangkis PB Jaya Raya Jakarta.
Seiring dengan bakatnya yang terus berkembang, Greys akhirnya bergabung dengan tim nasional Indonesia pada 2003 sebagai pemain ganda putri, dan memulai debutnya bersama Jo Novita di Piala Uber 2004.
Lihat Juga :