Greysia Polii: Pak Erick Thohir Selalu Bilang ke Saya Agar Jangan Menyerah
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada 2008, karena usia Jo yang tak lagi muda, Greys berganti pasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Namun, pasangan tersebut belum menunjukkan prestasi. Greys pun lagi-lagi berganti pasangan dengan Meiliana Jauhari, dan lewat berbagai gelar juara, mereka masuk dalam peringkat 10 besar dunia.
Karena menunjukan prestasi yang gemilang, Greys pun lantas dipercaya sebagai wakil Indonesia dalam perhelatan Olimpiade London 2012 dan bergabung di grup C bersama Korea Selatan, Australia dan Afrika Selatan.
Selanjutnya, pada Mei 2013, Greys kembali dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Berbeda dengan percobaan pertama, kali ini mereka tampil lebih baik dan mencatat sejumlah prestasi. Pasangan itu bahkan meraih medali emas di nomor ganda putri perorangan dalam ajang Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan.
Greysia/Nitya pun mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Mereka pun keluar sebagai juara grup C setelah meraih kemenangan penuh atas tim Malaysia, Inggris dan Hong Kong.
Namun sayang, mereka kemudian dijegal pasangan China Tang Yuanting/Yu Yang pada laga perempat final. Mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Sempat Ingin Pensiun
Setelah Olimpiade Rio, Greysia pada 2017 ditinggal pasangan mainnya, Nitya karena mengalami cedera serius pada bagian bahu sehingga terpaksa gantung raket. Greys yang mengetahui hal itu merasa down dan ingin pensiun. Namun, pihak keluarga dan juga sang pelatih, Eng Hian, memintanya agar terus bermain dan membimbing para pemain muda.
Greys pun menuruti permintaan itu dan terus bersabar. Kesabaran Greysia pun lantas membuahkan hasil yang baik. Pada awal 2017, dia pun bertemu dengan Apriyani Rahayu yang saat itu baru mulai bermain di level senior dan berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
Apriyani, bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dari pasangan Amiruddin Pora dan Siti Jauhar, mulai mendalami dunia bulu tangkis saat bergabung dengan klub Pelita Bakrie Jakarta pada 2011.
Setelah tiga tahun, perempuan kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998 yang akrab disapa Apri itu hijrah ke klub Jaya Raya Jakarta pada 2015. Dia pun mengalami peristiwa pahit pada tahun yang sama.
Saat bertanding di kejuaraan Dunia Junior 2015 yang digelar di Lima, Peru, Apri sempat dipanggil keluar lapangan dan ia mendapat kabar duka bahwa sang ibu meninggal dunia. Mendengar kabar tersebut, Apri pun mencoba menahan dukanya untuk sementara dan melanjutkan pertandingan.
Bahkan, Apri pun sukses menggondol medali perunggu di nomor perorangan ganda campuran, berpasangan dengan Fachriza Abimanyu. Di level junior, Apri mencatat sejumlah prestasi, baik sebagai pemain ganda putri maupun ganda campuran.
Apri pun kerap bergonta ganti pasangan, mulai dari Rosyita Eka Putri dan Jauza Fadhila Sugiarto di nomor ganda putri, serta Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Panji Akbar Sudrajat di nomor ganda putra.
Karena menunjukan prestasi yang gemilang, Greys pun lantas dipercaya sebagai wakil Indonesia dalam perhelatan Olimpiade London 2012 dan bergabung di grup C bersama Korea Selatan, Australia dan Afrika Selatan.
Selanjutnya, pada Mei 2013, Greys kembali dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Berbeda dengan percobaan pertama, kali ini mereka tampil lebih baik dan mencatat sejumlah prestasi. Pasangan itu bahkan meraih medali emas di nomor ganda putri perorangan dalam ajang Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan.
Greysia/Nitya pun mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Mereka pun keluar sebagai juara grup C setelah meraih kemenangan penuh atas tim Malaysia, Inggris dan Hong Kong.
Namun sayang, mereka kemudian dijegal pasangan China Tang Yuanting/Yu Yang pada laga perempat final. Mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Sempat Ingin Pensiun
Setelah Olimpiade Rio, Greysia pada 2017 ditinggal pasangan mainnya, Nitya karena mengalami cedera serius pada bagian bahu sehingga terpaksa gantung raket. Greys yang mengetahui hal itu merasa down dan ingin pensiun. Namun, pihak keluarga dan juga sang pelatih, Eng Hian, memintanya agar terus bermain dan membimbing para pemain muda.
Greys pun menuruti permintaan itu dan terus bersabar. Kesabaran Greysia pun lantas membuahkan hasil yang baik. Pada awal 2017, dia pun bertemu dengan Apriyani Rahayu yang saat itu baru mulai bermain di level senior dan berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
Apriyani, bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dari pasangan Amiruddin Pora dan Siti Jauhar, mulai mendalami dunia bulu tangkis saat bergabung dengan klub Pelita Bakrie Jakarta pada 2011.
Setelah tiga tahun, perempuan kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998 yang akrab disapa Apri itu hijrah ke klub Jaya Raya Jakarta pada 2015. Dia pun mengalami peristiwa pahit pada tahun yang sama.
Saat bertanding di kejuaraan Dunia Junior 2015 yang digelar di Lima, Peru, Apri sempat dipanggil keluar lapangan dan ia mendapat kabar duka bahwa sang ibu meninggal dunia. Mendengar kabar tersebut, Apri pun mencoba menahan dukanya untuk sementara dan melanjutkan pertandingan.
Bahkan, Apri pun sukses menggondol medali perunggu di nomor perorangan ganda campuran, berpasangan dengan Fachriza Abimanyu. Di level junior, Apri mencatat sejumlah prestasi, baik sebagai pemain ganda putri maupun ganda campuran.
Apri pun kerap bergonta ganti pasangan, mulai dari Rosyita Eka Putri dan Jauza Fadhila Sugiarto di nomor ganda putri, serta Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Panji Akbar Sudrajat di nomor ganda putra.
Lihat Juga :